Sttt, Rakor Kali ini Sangat Menyeramkan!

Rabu, 18 Desember 2013

Seperti biasa, setiap hari Rabu pagi aku pasti harus datang lebih awal ke kampus. Bukan untuk bersih-bersih kampus atau pun piket kelas tetapi, untuk datang ke rapat koordinator atau biasa disingkat rakor #ILMI 2013.

Saat ini aku merasa bagitu menyesal! Mengapa dulu aku selalu datang terlambat? Walau memang sebenarnya aku pergi dari rumah pukul setengah 6 kurang tapi, tetap saja akan sampai pada pukul 6 lewat di sekre SKI >> SC (Student Center). Kenapa aku tidak berangkat jauh dan jauh lebih awal lagi? Mengapa pula di setiap pagi aku selalu merasa enggan untuk membuka mata dan memulai aktivitasku? hihihihihi #curhat

Penyesalan memang selalu datang belakangan, saat ini memang sudah di “belakang” hingga saat ini aku memang benar-benar merasa menyesal! Tidak bisa maksimal datang ke kampus tepat pada waktunya.

Hmmm, mungkinkah selama ini aku terlalu menyepelekan hal itu?

“Ah, yang penting datang walau telat…”

Salah!

“Ah, ngga apa-apa menunggu karena datang terlalu pagi…”

Itu yang hebat!

Harusnya kamu semangat! Harusnya kamu sadar betapa berharganya waktu yang kamu miliki. Hingga kamu tidak akan bisa lagi menyia-nyiakan itu semua. Cukup hanya kali ini! Cukup sekali kamu melakukan kesalahan! Kamu harus belajar dan mencoba untuk memperbaikinya.

Hari ini adalah rakor terakhir, ya benar-benar terakhir karena lusa adalah hari eksekusi semuanya. Big Class 3.

Ya, Allah Engkau adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui. Engkau pasti sangat tahu bagaimana persaanku. Sangat berdebar, karena ini adalah amanah yang tidak mudah. Aku meminta bimbingan-Mu agar semuanya dapat berjalan lancar dan selalu mendapat kemudahan. Amin.

Dankom adalah divisiku. Dana Konsumsi dan Obat-Obatan. Ya, aku mengurusi ketiga hal itu. Lebih tepatnya bukan aku tapi kami, tim divisi dankom. Adrian, Triadi, Amalia, Havan, dan juga Agil.

Setiap kali rakor, semua divisi harus menjelaskan, mendeskripsikan mengenai progres kerjanya masing-masing. Jujur sebenarnya aku sangat takut untuk mengutarakan semuanya. Aku yakin masih banyak kekurangan yang aku dan tim dankom miliki karena kami belum sempat untuk syuro divisi minggu ini. Mungkin itu adalah kesalahan yang teramat fatal.

Inilah rakor terpanjang dan termenyramkan yang pernah terjadi selama ini!!!

Biasanya, durasi rakor tidak terlalu lama. Namun, hari ini kami rakor sampai pukul setengah 8an (-+). Bagiku cukup sangat panjang dan menegangkan. Aku tahu semua orang sedang dalam keadaan cemas! Kami semua cemas mengenai apa yang akan terjadi nanti saat Big Class 3 karena kami sama-sekali tidak bisa memprediksi hal apa yang mungkin terjadi? Karena kami hanya bisa merencanakan dan Allah-lah yang menjadikan segala sesuatunya terjadi. Yups…

Terlihat sekali bagaimana Amri yang saat itu memimpin rakor berulang kali menanyakan hal yang sama. Hal yang itu-itu saja. Rasanya ada sesuatu yang mengganjal pikiran kami hingga hanya hal itu yang dapat keluar sedangkan yang lainnya tidak hingga,

“Sini loh, sini sekarang meningan catat hal apa yang sudah, hal apa yang belum biar ngga diulang-ulang lagi.” Solusi dari salah seorang ikhwan.

Tapi, setelah dibuat list seperti itu tetap saja Amri menanyakan hal yang sama hingga akhirnya,

“Udah loh, yang udah ya udah ngga usah diulang kan udah dicatat pula ngga perlu dipikirkan lagi. Ganti ke hal yang belum.”

“Oh, ia ya. Ya, maaf-maaf…” jawab Amri.

Lagi-lagi aku yakin semua orang sedang sangat cemas dan tertekan! Apakah semua perisapan ini sudah tepat atau belum? Huallahualam.

Suasana hening pun seketika terjadi, semuanya diam membisu tanpa suara sedikit pun. Aku pun ikut menunduk karena merasa,

“Pasti ada yang kurang dari semua ini. Dari persiapan yang ngga ada apa-apanya aku persiapkan…”

Sunyi sekali, baru kali itu aku merasakan suasana  sesunyi itu di dalam rapat. Rapat yang begitu mencekam! Coba bayangkan seperti kita berada di dalam hutan yang asing, liar, dan masih banyak hewan liar yang bisa menerkam! Huaaa

Sekalinya kamu mengeluarkan suara, maka yang terjadi? Tebak sendiri!

“Ayo loh makanya ajak yang lain, jangan yang kerja hanya orang-orang ini saja. Acara kita tuh sudah dekat dan saya rasa pasti ada sesuatu yang lebih penting dari ini tapi belum terfikirkan.” Amri seperti memecahkan gelas yang telah terisi penuh oleh air, prangggg… Pikiranku pun mulai berhamburan, berlarian ke sana-kemari…

Aku sama sekali tidak ingin mengecewakan orang lain ketika Big Class 3 nanti, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk keberhasilan Big Class 3 nanti. Bukan untuk menebus dosaku selama ini atas banyak kesalahan yang pernah kuperbuat. Tapi, aku ingin semuanya menjadi lebih baik dari hari kemarin. Aku berjanji!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s