Pelajaran Hidup di Akhir Tahun 2013

Ayooo sekarang aku mau me-review beberapa pelajaran yang telah aku dapat kemarin dan hari ini (30/31 Desember 2013), selama di kampus.

photo1093

Eits, bukan pelajaran matakuliah lohhh.Tapi, pelajaran hidup hihihihi…

>> Tidak membuang pandangan ketika sedang berbicara dengan orang lain

Nah, darimana aku mendapatkan ilmu yang satu ini? Yupsss, pasti tidak lain dan tidak bukan dari pengalamanku sendiri dong. Terus? Kemarin ini, kamu yang ‘buang pandangan’ atau kamu yang ‘ngga dipandang’?

Tetoootttt, ‘aku yang ngga dipandang’ #pasang wajah sedih.

Walau sebenarnya, aku pun pasti pernah melakukan kesalahan kecil seperti itu. Membuang pandangan ketika berbicara. Bahkan sering? Ohhh nooo, maafkan aku ya kawan 🙂

Setelah aku teliti, ternyata dengan memberikan kontak mata dengan lawan bicara maka pesan yang ingin disampaikan akan dapat ditangkap jauh lebih optimal. [kontak mata = keren, lawan bicara = keren, optimal = keren #kata-katanya :D]

Ketika kita sedang berbicara, baik isi pembicaraannya itu penting apa ngga? Sebaiknya memang harus disampaikan dengan cara yang baik seperti ini. Apalagi kalau salah satu atau kedua pihak tersebut sangat membutuhkan informasi dari hasil pembicaraan yang sedang terjadi. Jugaaa pokok bahasan mengenai ‘dihargai’ nya orang lain atau ngga? #curcol.

Mungkin ini hanya hal kecil tapi, aku sempat merasakan arti yang cukup mendalam dari peristiwa ini. Sekian.

>> Menyertakan Allah pada setiap urusan

Ujian pertama, hari pertama UAS. Deg-degannya minta ampun! Apalagi karena aku ngga belajar maksimal jadi, tambah berdebar.

Saat itu aku pasrahkan semuanya pada Allah, aku berdoa meminta kemudahan-kelancaran-juga limpahan ilmu untuk keselamatanku ketika mengerjakan soal. Aku ucapkan lebih banyak doa, di mana itu pun menjadi saat-saat berdoa yang jauh lebih panjang daripada biasanya. Hanya dengan seperti inilah aku akan lebih leluasa menghadapi setiap masalah yang harus aku pecahkan detik itu juga satu persatu.

Entah paragraf seperti apa yang harus aku buat? Agar tulisan ini sempurna. Sertakan Allah pada setiap urusan.

>> Walaupun sedikit yang penting konsisten

Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit. Ia gituh?

Mau tahu?

Buktikan!

Aku selalu belajar agar tetap istiqomah, continue.. Baik itu di saat beribadah bahkan menulis sekali pun. Aku tahu, Allah lebih suka melihat hamba-Nya yang beribadah secara konsisten walau sedikit. Menulis juga ibadah, insya Allah. Dibandingkan dengan memberi kuantitas segudang ibdah tapi hanya pada jadwal-jadwal tertentu.

Hmmm, sebenarnya banyak ya yang dapat disinggung dari masalah ini. Cobaaa :

~ Kalau belajar? Lebih baik SKS atau dicicil sedikit-sedikit?

~ Menunjukan kasih sayang kepada orang yang kita sayangi, setiap hari atau sebulan sekali?

~ Membantu orang lain, hanya di saat waktu lenggang atau setiap kali menemukan orang yang butuh pertolongan?

Hmmm, dan masih banyak lagi. Kini aku pun tahu! Hidup mengalir dari hulu ke hilir, tidak otomatis langsung berada di hilir bukan? Hehehehe, ngerti ngga dengan tulisanku ini? Kalau ‘ya’, Alhamdulillah. Kalau ngga? Tetep ‘continue’ baca terus sampai akhir ya hihihihi 😀

>> Di saat tersulit, apakah akan mendahulukan dirimu selamat atau membantu orang lain?

Efek menonton film, ‘TRANSFORMERS’!

Coba bayangkan! Bagaimana kalau kita berada di dalam situasi seperti yang ada di film ‘TRANSFORMERS’ atau mungkin di film-film lainnya juga. Saat kamu berada di  dalam kondisi terhimpit, yang sangat memungkinkan setiap orang memiliki besar kemungkinan hidup yang sama. Kamu akan membantu orang lain untuk menyelamatkan nyawanya meskipun nyawa kamu terancam sekali pun? Atau bagaimana?

Aku sendiri ngga tau harus jawab apa?

Ya, semoga situasi seperti itu ngga terjadi di dalam hidup kita semua ya. Amin.

Sebenarnya, aku sungguh takut. Lagi-lagi diriku terpental mengingat kalimat, ‘setiap pilihan ada resiko di dalamnya’.

Mungkin aku hanya akan egois dengan menyelamatkan diri sendiri? Tapi, aku ngga bisa hidup sendiri kalau tahu-tahunya hanya akulah yang dapat selamat dari peristiwa itu. Aku ingin membantu orang lain.

Permasalahan ini begitu kompleks dan krusial. Ya Allah, berikan selalu cahaya-Mu agar kami tetap dapat berjalan di jalan yang lurus. Amin.

>> Membalas kejahatan dengan kebaikan

Sebenarnya ini adalah prilaku yang ingin aku cerminkan di dalam diriku sendiri. Tapi, ternyata lagi-lagi hatiku masih saja dangkal. Secara tidak langsung, aku malah ikut membalas kejahatan dengan kejahatan lagi. Astaghfirullah…

Bersyukurnya aku tahu, aku sadar hingga akhirnya aku tanamkan lebih kuat bahwa kebaikan akan selamanya hidup. Kita sama sekali tidak berhak untuk jahat kepada orang lain karena Allah pun baik dengan orang yang jahat sekali pun. Dan kamu, selalu merasakan kebaikan Allah bukan? Nah loh, kamu sebenernya orang baik atau orang jahat? #bertanya-tanya.

>> Ngga boleh larut di dalam kesedihan

Langsung aja ya, semenjak aku ikut Cakrawala Baca aku memang jadi lebih sering bersedih bahkan menangis hingga terisak-isak. Ini bukan masalah lebay tapi, coba pikirkan. Aku telah menampung banyak perasaan di dalam sini, di dalam hati aku. Sampai akhirnya semuanya menyeruak ke luar dan aku pun tidak kuasa untuk membendung lagi semua perasaan itu. Melihat wajah-wajah mereka yang berjuang agar tetap hidup di dalam keterbatasan.

Kenapa aku tetap berada di Cakrawala Baca padahal itu membuat aku jadi lebih sering bersedih? Ya, aku pun ngga tau kenapa? Tapi, tanpa Cakrawala Baca mungkin aku tidak akan bisa belajar banyak hal mengenai kehidupanku saat ini. Penuh dengan limpahan nikmat dan rizki dari-Nya. Alhamdulillah.

Kenapa aku malah bersedih, padahal di Cakrawala Baca telah banyak aku temukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya? Entahlah, aku ngga bisa lagi menguraikan kata-kata. Aku takut, mengubah sedikit saja besar angka penilaianku terhadap Cakrawala Baca.

Terimakasih, terimakasih, terimakasih banyak telah mengartikan arti hidupku sepenuhnya.

Orang lain pasti tidak tahu mengenai kesedihan ini karena aku hanya menyimpannya berdua dengan Allah 🙂 Cukup hanya aku dan Dia.

>> Orang lain akan ikut bersedih ketika kita bersedih

Apa peristiwa di balik pelajaran yang satu ini? Maaf aku lupa tapi,

‘Aku tahu bahwa ketika malam belum begitu larut, aku putuskan untuk masuk ke dalam kamar, dan menangis tersedu-sedu kemudian orang lain melihatku. Hati kecilnya terketuk, ada kesedihan yang ikut mengalir. Perpindahan rasa meski hanya setitik saja. Itu benar-benar terjadi.’

Memang, harus mencari waktu yang paling tepat untuk mencurahkan segalanya. Qyamul lail! Ya!

Semoga pejaran hidupku ini bisa menjadi pelajaran hidup untuk orang lain juga, agar lebih banyak kebaikan yang tercipta dibanding keburukan yang bisa melumatkan ummat manusia.

Aku ngga akan pelit berbagi ilmu dengan siapa pun karena aku pun belajar banyak dari kehidupan orang lain 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s