Cuek Bebek Tekotek-Kotek!

Hay hay 😀

Apa kabar dunia?

Udah lama nih ngga berbagi cerita hihihihihihi, ayo deh malam ini sepesial aku habiskan beberapa detik waktu yang ada hanya bersamamu, hanya bersama denganmu, my blog sweet blog :*

Apa yang mau aku share?

Hmmm, tentang sifatku yang satu ini. Agak atau memang mengganggu gitu deh…

CUEK BEBEK!

Aku ini, memang ngga mirip sama Mamah. Banyak yang bilang.

Aku ini lebih mirip sama Papah. Kata segelintir orang.

Termasuk kata Mamahku sendiri.

Ya, aku tuh mirip banget sama Papah. Semua-muanya katanya mirip sama Papah. Banyak kemiripan antara aku dan Papah. Emang ia gituh?

Cekidot >>

Papah : Cuek, pendiem, kalau ngomong irit, seperlunya, datar, ya pokoknya sifat-sifat cowok keren ada semua di Papahku. Tumpah ruah semuanya pada Papahku hihihihihi.

Namanya anak ya… Apa pun yang terjadi pasti aja ngebangga-banggain Papahnya terus :*

Apa lagi ya?

Sttt Papahku tuh ambekan orangnya, tukang ngambek! Hihihihihihi.. Ngambek sama emah alias Nenekku, bahkan sampai ngambek sama anak sendiri. Sama bangetlah kaya aku, aku juga hobi ngambek. Kalau ada yang salah dikit pasti suka langsung ngambek gitu ghahahahaha 😀 Maap-maap yeee yang pernah aku ambekin..

Apa lagi nih?

Oh, Papah aku tuh suka banget makanan yang manis-manis. Kaya kue, roti, ya pokoknya yang manis-manis gitu deh. Terus, kalau masak buat lauk makan pun harus kerasa manis. Sukanya yamin manis, ah pokoknya sehati banget deh sama aku. Aku juga suka banget makanan yang manis-manis. Bahkan, Bi Ratna sampai heran. Kenapa masak nasi goreng pakai gula pasir? Ya ngga apa-apa kali Bi, yang penting kan enak, dimakan, dan habis! Hehehehehe #ngeles. Mungkin memang terdengar ngga biasa kali ya?

Nah ini nih..

Papahku tuh orangnya apik banget. Pake banget! Coba, bayangin aja.. Beberapa waktu yang lalu aku diperlihatkan sepatu semasa kuliahnya. Dannn aku sendiri? Juga apik. Ngga banget-banget kaya Papah aku sih, cuma memang banyak barang yang aku simpan rapih. Seperti kenang-kenangan dari teman-teman sekolahku dulu. Rumput yang kami cabut di SMP. Ya, masih ada! Kalung geng-gengan semasa SD kelas 4 dulu. Bahkan baju-baju yang belinya bertahun-tahun yang lalu tuh masih bagus, sangat bisa dipake, ngga ada bedanya dengan kondisi pas pertama kali punya.

Apa lagi ya?

Oh, aku emang suka bersih-bersih. Kadang niat itu muncul tiba-tiba seperti naluri dari hati. Aku kasih tau aja! Kolong kasur Papahku aja tuh sampai mengkilat karena saking bersihnya, mobil setiap hari pasti dicuci meskipun ngga dipake. Bahkan, mobil Tetehku aja tuh yang ngelapnya Papah.

Aku? Aku itu lebih ke bagian tata letak. Kalau ada barang yang ngga diletakan di tempatnya atau mungkin miring beberapa derajad aja tuh rasanya ngga nyaman. Harus dibenerin sampai bener-bener pas!

Kalau pilih-pilih barang juga, suka setipe. Papah milih yang ini dan ternyata aku juga suka sama barang pilihan Papah itu. Pemilihan warna, model, ya begitulah.

Jadi? Kesimpulan apa yang bisa ditarik dari semua ini? Meskipun bukan hasil penelitian/observasi yang benar-benar diuji dengan menggunakan ilmu-ilmu pengetahuan gitu, mungkin aku memang lebih banyak mewarisi sebagian besar dari apa yang ada pada diri Papah. Mungkin?

Sekarang, langsung aja ya masuk ke topik utama kita.

CUEK BEBEK!

Kalau Mamahku ceramah panjang lebar, lebih sering aku hanya menjawab ‘Ia Mah’.

Kalau Papah? Sama-sama cuek jadi ya gimana ya jelasinnya? Bener-bener cueklah pokoknya mah. Aku cuek terus Papahku juga cuek, cocok! Krik.. Krik..

Ini sih yang paling kerasa, Tetehku tuh baik-baik banget! Bahkan seringkali mereka manjain aku dan aku malah cuek bebek ke mereka semua. Judes, jutek gitu. Ya, lebih ke arah sana. Kalau Tetehku minta tolong ini-itu, aku ketus. Kalau Tetehku bilang ini-itu, aku diem aja. Kalau ada sesuatu yang berhubungan dengan Tetehku, pasti aku berubah menjadi sosok yang memang cuek, judes, jutek, ketus hihihihihi #sadar!

Sedangkan di kampus? Kadang banyak yang juga merasa seperti itu. Mungkin? Hehehehe, maaf ya 🙂

Kalau aku lagi jalan sama temen, terus ketemu lagi sama temen yang lainnya, kadang setelah senyum-salam-sapa, aku malah langsung caw gitu aja. Padahal ada sesuatu yang mau dibicarakan ghehehehe. Kalau sms? Kadang memang irit atau bahkan terlalu bawel? Kalau bales apa pun itu, ya keliatannya atau kedengerannya memang aku seperti ngga ramah. Duh duh duh duh 😀

Tapi, aku ngga mau berubah ah! Aku ngga mau menjadi orang lain! Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri!

Tapi…

Ada tapinya ya?

Tapi…

Kalau untuk kebaikan, kenapa kita ngga berusaha untuk belajar dan berubah?

Aku mau ko, sangat amat mau! 😀

Bismillah, akan aku coba meskipun sulit, karena semua ini memang sifat asliku 🙂

Bismillah, ngga ada yang ngga mungkin kan? Kalau Allah telah berkehendak!

Besok? Aku mau cengar-cengir terus gitu?

Ya ngga juga kali!

Aku mau menjadi pribadi yang baik bagi diriku sendiri, yang nyaman bagi diriku sendiri. Apalagi untuk oranglain!

InsyaAllah! Doakan aku yaaakkk :’)

Amin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s