Hadiah Terindah..

Alhamdulillah :’)

Alhamdulillah :’)

Alhamdulillah :’)

Aku sadar, namun tepatnya Allah lah yang lebih tau. Bahwa jatuh ini adalah hadiah terindah yang Ia berikan untukku. Berkali-kali tersandung, berkali-kali tersungkur, berkali-kali terpeleset, aku tahu bahwa semua ini adalah hadiah terindah dari-Nya. Meski pun lara itu sebenarnya ada dan masih bisa aku rasakan.

Bagaimana rasanya kehilangan? Bagaimana rasanya tidak dianggap? Bagaimana rasanya tidak dipercaya? Bagaimana rasanya dijauhi? Bagaimana rasanya sendiri? Bagaimana rasanya terpojokan? Bagaimana rasanya disisihkan? Bagaimana rasanya tidak dipandang? Namun apalah semua itu? Karena jalan ini memang tidak mudah tapi, pasti akan ada ujung yang indah.

Ketika satu orang menjauh dariku, aku belajar untuk sendiri. Berjalan sendiri, berdiri sendiri, belajar sendiri, menangis sendiri, tersenyum sendiri tanpa alasan bahwa ini adalah untuk orang lain.

Ketika aku keluar dari sekelompok orang yang saling mengasihi, saling membahagiakan, saling menemani, saling berbagi, mungkinkah aku salah? Itu hanya saat di mana aku harus belajar dewasa, mengepakan sayapku sendiri.

Ketika hanya aku sendiri padahal banyak orang disekelilingku, ketika aku tersenyum namun yang lainnya tertawa bahagia, salahkah aku? Hingga mereka tidak lagi mengajakku untuk ada bersama di dalam kebahagiaannya.

Ketika kalimat itu menyesakan dadaku, ketika kata-kata itu menyayat hatiku, ketika tatapan itu membuatku jatuh menjadi tersangka, hanya Allah-lah yang ada bersamaku. Kawan, teman, sahabat, keluarga, siapa mereka? Orang terdekat yang ada di pihakku? Bukan, ternyata memang Allah-lah yang paling dekat denganku.

Ketika aku tidak bisa melawan namun hanya bisa menerima dalam-dalam, kata-kata pesakitan yang akhirnya tak kuasa kutumpahkan kepada-Nya. Bahwa memanglah aib ini terlalu banyak, bahwa memanglah diri ini terlalu hina, bahwa memanglah aku yang tiada daya.

Hadiah terindah..

Beberapa hari yang lalu, beberapa minggu yang lalu, namun mungkin genap satu bulan ini Allah selalu mengujiku dengan semua yang tidak pernah aku duga sebelumnya, dengan semua yang tidak kuasa aku tahan akan terjadi, aku hanya pasrah menunggu skenario itu satu persatu, melakoninya hingga selesai.

Pantaskah aku mengeluh? Tidak..

Padahal nikmat ini begitu banyak, begitu melimpah untukku.

Padahal ujian kaum-kaum terdahulu jauhlah melebihi apa yang menimpaku saat ini.

Ya, Allah.. Jadikanlah aku lihai dalam menghadapi setiap masalah yang Engkau berikan padaku, jadikanlah aku gesit menghadapi setiap masalah yang Engkau serahkan padaku, jadikanlah aku hamba-Mu yang senantiasa selalu mesra kepada-Mu di setiap ibadah-ibadahku. Ya Allah, semua ini memanglah harus terjadi, semua ini memanglah harus aku lewati, semua ini memanglah kesalahan demi kesalahan yang pernah aku lakukan, aib-aib yang mengotori tubuhku hingga Kau bersihkan semuanya meski harus menggunakan sikat tajam yang melukai tubuhku hingga berdarah-darah..

Sungguh Ya Allah, sungguh hanya Engkau yang tahu apa maksud hatiku saat ini.

Terimakasih karena Engkau telah menggantinya satu persatu, dengan keluarga baru, dengan calon keluarga baru, dengan keluargaku sendiri, dengan keluarga lamaku, dengan keluarga-keluarga-keluarga-keluarga yang kini Engkau titipkan kepadaku agar aku bisa membahagiakan mereka melebihi apa yang dulu pernah aku lakukan untuk keluarga yang kini telah pergi.

Cukup hanya aku, kau, dan Allah yang tahu :’)

ss

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s