Negeri Di Balik Awan

Di sana, tempat disimpannya salah satu kepingan kebahagiaan
Tempat yang suatu saat harus kukunjungi, lagi
Demi menjemput dan mengambil apa yang pernah ditinggalkan
Merasakan apa yang dulu pernah dirasakan, meski tak sama lagi

Tapi bukan hanya aku,
karena mereka pun berhak mengumpulkan setiap kepingan kabahagiaannya, masing-masing

>> “Riang mau pindah ke Ciwidey Ka..” Ungkapnya beberapa bulan yang lalu.
>> “Ia Kak, katanya Ikbal sangat kangen. Ikbal mau pindah ke Ciwidey..” Cerita Mamahnya Ikbal saat kutelpon pagi hari ini.
>> “Yang mau pindah itu, Revi, Astri, Ajat juga Kak..” Tambah Novi yang kutanyakan bagaimana kabar teman-teman di BN?
>> “Teh Nur juga mau pindah..” Lagi.
>> “Kalau Kak Rahmat?” Tanyaku yang rindu smsnya dan kini sulit kuhubungi.
>> “Rahmat juga mau pindah Ka.” Balas Novi.
>> “Kak, Pak Iyan sudah pindah..” Suara Novi memecahkan pikiranku.
>> “Oh ia? Pindah apa?” Kaget ketika kutahu hal itu!
>> “Pindah segala-galanya Kak, pindah kerjaan sama pindah rumah..” Sahut Novi.
>> “Berarti tinggal Pak Alit aja ya yang di BN?” Ucapku menanyakan.
>> “Ia Kak, Pak Alit kecelakaan di Ciwidey seminggu yang lalu! Tongkatnya patah!” Ya Allah ada apa ini?

C360_2014-06-30-10-42-40-952 C360_2014-06-30-10-45-08-110 C360_2014-06-30-10-46-17-053

Kamis kemarin, baru saja kutelpon Pak Alit dan suaranya seperti tidak ada luka yang sedang terjadi di hidupnya. Begitu pun Bu Alit, sama. Ibu yang bilang..
“Neng, kalau Neng sama temen-temen ke sini tuh rasanya seperti anugrah..”
Hingga,
“Neng, Bu Ratih udah pamitan kemarin ini buat pindah. Ibu aja sampai nangis, kok teganya pindah?” Mamahnya Eka begitu panjang menceritakan hal itu padaku.

Sedih..
Tentu,
namun mungkin ini memang saatnya mereka menatap lebih luas dunia di luar dari negerinya sendiri.
Itu tandanya, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mencicipi bangku sekolah tanpa harus berhenti hanya di bangku SMP dengan segala bentuk keterbatasan yang hadir menjadi penghalang.
Meski kehilangan itu ada, yang bahkan membuat diri begitu merasa sangat menderita.

Kamu tahu seberapa cantik bintang di langit Buninagara ketika hitam legam berada di atas kepalamu?
Itulah satu dari sekian keindahan yang hanya bisa kau saksikan sendiri oleh matamu, tanpa bisa kau culik dan nikmati kembali dalam kondisi yang berbeda.
Adik-Adik yang akan selalu memancarkan sinar kepada semesta tanpa bisa tergantikan oleh apa pun,
senyumnya, candanya, semangatnya, perjuangannya, bahagianya mengalahkan semua air mata yang tak pantas turun di pipi mereka.
Sampai bertemu di dalam bentuk kebahagiaan yang lain ya jagoan-jagoan cilik Kak Aya 🙂

Buninagara.
#SemangatBN!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s