Evaluation=Evolution!

Aku, Umi, Adsul, Adit, dan Kak Bangun merupakan satu tim.
We are the team!
Biasa disebut dengan kelompok ‘Pasir Jambu’.
Oia, dalam menunaikan amanah gladi dan kp ini selama waktu yang tidak bisa kami tentukan, seiring dengan berjalannya waktu kami membuat susunan organisasi agar lebih tertata rapih. Apik, ehem ehem. Dengan daftar sebagai berikut:
1. Kak Bangun = Ketua kelompok/koordinator kelompok
2. Adit = Divisi perlengkapan + bendahara
3. Adsul = Divisi pubdok + bank berjalan
4. Umi = Divisi humas/jubir
5. Aku = Divisi acara + sekertaris
Semua ini ada alasannya loh, ada dasarnya mengapa kami semua bisa di temnaptkan di divisi-divisi tersebut. Yuk kita tengok sebentar bagaimana sejarahnya hihihihihihi 😀

Kak Bangun itu orang yang paling dituakan di kelompok kami ahahahaha #maaf ya Kak. Tapi, memang benar Kak Bangun ini yang paling tua di antara kami hahahaha #nyindir lagi 😀
Duh aku serasa muda euy 😀 Biasanya kalau ngumpul sama BM pasti aku termasuk salah satu yang dituakan hahahahaha #nyadar diri.
Kak Bangun ini sedang kape/kp/kerja praktik jadi lebih senior dibanding kami yang lainnya. Kak Bangun ini sebagai supervisor kami jadi you know why kan Kak Bangun bisa jadi ketua kelompok/koordinator kelompok?

Adit, ada duo Adit di sini. Sama-sama cowok, sama-sama tinggi, sama-sama pakai kaca mata, ah pokoknya cara bedainnya mah dengan menyebut yang satu Adit dan yang satunya lagi Adsul aja. Nah, yang ini Aditiya Dwi Nugroho atau Aditya DN atau Adit aja, sebagai divisi perlengkapan sekaligus merangkap sebagai bendahara. Kenapa hayo? Pasti ketebak! Nih si Adit bawaannya paling lengkap, apa aja tersedia kalau pergi-pergian sama dia. Serasa buka toko kelontongan ke mana-mana ya Dit hehehehe #peace! Dua Adit ini kurasa orangnya apik-apik bana! Ranca bana! hahaha, jadi ngga heran deh. Ngga heran kalau jadi bendahara juga soalnya kan apik nyimpen uang, tau ngga? Kita cuma nyetor 50rb seorang bisa makan sampai pulang loh hahahaha mantap kan! Excelent Dit!

Adsul, Aditya Sulistyo. Dia ini hobinya jeprat jepret aja dibanding nyatet pas survey huuu tapi, akhirnya kami menemukan posisi yang tepat baginya, kami semua sepakat kalau Adsul jadi spesialis dokumentasi. Tau ngga suka dukanya jadi divisi pubdok ini? Kalau kita semua difoto, ya dia aja sendiri seorang yang ngga kefoto hahahahaha. Kasian kasian #ala Upin-Ipin. Terus, udah banyak juga nih uangnya yang kepakai untuk keperluan kita tapi sampai sekarang dia bingung berapa banyaknya yang kepakai itu jadi belum juga dibayar sama kami-kami hehehehe, ayo Dit dihitung-hitung. Kami masih berhutang padamu.

Umi sebagai divisi hubungan masyarakat atau juru bicara, cucok sekali seperti keahliannya berbicara. Apa lagi ya? Oh, Umi ini awalnya yang jadi bendahara tapi dialihkan ke Adit karena Adit ternyata bersedia heheheh.

Aku. Siapa aku? Aya! Ya taulah ya, kalau orang yang banyak maunya pasti aja ditaruh di divisi ini. Divisi acara, yang meng-arrange acara tiap harinya, menjadwal kita akan menginjakan kaki ke mana saja, punya agenda dengan siapa saja, akan ngapain aja, nge-reminder pasukan, ya begitu lah pokoknya sampai malam hari. Sampai tau ngga? Aku punya list agenda apa aja yang pingin kita laksanain selama gladi ini. Hihihihihihi, ini usul pasukan Pasir Jambu karena aku saking bawelnya malam itu pingin ini pingin itu dan alhamdulillah banyak yang bisa kesampaian sampai saat ini. Ditambah dengan sekertaris karena aku memang hobi menulis, aku paling suka bawa buku agendaku ke mana-mana, duduk ke arah gunung, terus nulis deh mau itu siang atau pun malam hari. Hore!

Terkait dengan jobdesc-ku (sekertaris), aku pingin berbagi kisah mengenai hasil evaluasi kami setiap malam agar nantinya bagi yang mau gladi riset seperti kami bisa membawa hasil yang jauh lebih baik ya.. Amin, yuk mari-mari..
1. Komunikasi
Menurutku, komunikasi ini harus diperhatikan sejak awal. Karena apa? Karena lancar atau tidaknya komunikasi bisa mempengaruhi kinerja kita di dalam satu tim sampai akhir nanti. Macam-macam contoh komunikasinya nih, misal harus menghubungi dulu pemilik ukm dengan baik (baik di sini dalam arti tidak saling memberatkan ketika membuat janji bertemu, meminta alamat yang jelas, tentunya memastikan bahwa kami akan hadir ke rumah untuk melakukan wawancara), kemudian juga komunikasi dengan bagian eksternal lainnya seperti koordinator wilayah yang merupakan pengurus APHP, dengan komunitas/orang lainnya seperti karang taruna atau Kakak-Kakak Satoe Indonesia bila nanti menghadapi orang-orang yang tidak terduga kedatangannya, atau sekedar memperkenalkan diri dan menyampaikan masud dan tujuan berada di tempat itu. Ini nih yang krusial! Intern! Sebisa mungkin, ada alur komunikasi yang baik agar setiap anggota bisa menerima informasi yang sama dan juga jelas. Tidak sepotong-sepotong atau bahkan tidak diberitahu sama sekali padahal ngakunya satu tim. Komunikasi yang buruk akan menyebabkan kerja tim tidak maksimal! Bener deh! Karena hal itu pun sempat terjadi. Di sini, peran ketua kelompok/koordinator penting banget. Kalau aku sendiri ngga suka ngedenger orang lain yang tahu informasi sesuatu tentang kegiatan/agenda tim tapi orang itu malah ngga berbagi ke yang lain termasuk aku. Ya, kalau memang dia mau melangkah maju sendiri mangga. Komunikasi ini sebagai bentuk penghargaan apakah aku dihargai keberadaannya atau tidak. Regrouping team kan mungkin saja terjadi tapi, ngga dewasa kalau aku ngga bisa menyelesaikan masalah itu sampai clear. Toh kelompok yang baru belum tentu lebih baik, sekarang pilihannya bertahan dengan kondisi ketidak nyamananmu atau maju melawan? Menagih hak untuk dirimu sendiri.
2. Makan
Ini nih yang bikin seseorang bisa naik pitam, kalau orang lagi laper itu tingkat emosinya ngga stabil loh. Itu sih yang aku dapet ketika dulu Kak Azmy nemenin Pak Supir mengobrol ketika kami sedang dalam perjalanan panjang menuju Buninagara saat project Cakrawala Baca. Sama, kalau jadwal makan aja ngga beres, ngga teratur, gimana mau kerja dengan baik? Toh, bahan bakarnya ngga diisi. Karena kami di sini baru pertama kali, benar-benar dilepas bebas di tengah-tengah masyarakat. Kalau konsepku ya, ‘kalau kita punya banyak agenda/pekerjaan maka kita juga harus mempersiapkan tubuh kita dengan optimal. Dengan cara makan teratur dan bergizi, olahraga, dan istrirahat yang cukup.’ That’s it! Jadi kami putuskan untuk ‘berkomunikasi’ dengan Teh Risris mengenai sistematika makan kami. Ya, apakah itu kami memberi uang makan aja? Atau kami memasak sendiri? Silakan humas/jubir beraksi.
3. Penjadwalan
Kali ini tugas aku, memang sebelumnya, berulang kali aku meminta SOP ke Kak Robi untuk gladi dan kp ini tapi, Kak Robi sendiri masih bingung apa itu SOP. Ya udah, let it flow aja. Dan benar-benar di hari terakhir kami di Ciwidey masalah yang cukup pelik terjadi, seperti boom yang meledak! Kali ini akibat banyak faktor dan salah satunya ya SOP ini. Semoga, nantinya di tahun mendatang bila ada Adik-Adik yang gladi seperti kami, benar-benar bisa terarah, terstrutur, ter-arrange, terjadwal setiap agendanya dengan sebaik mungkin. Amin. Dari waktunya kerja sampai waktunya istirahat, semua ada batasannya, jangan dilanggar atau kamu akan rugi sendiri. Inget ada jam malam buat yang perempuan!
4. Care
Satu yang ngga kalah penting, kalau kita ngga saling care mungkin semuanya jalan sendiri-sendiri aja deh, jalan masing-masing. Makanya harus saling peduli antar teman, saling menanyakan kondisi kesehatan (karena ini cukup mungkin terjadi, ada di antara kita yang jatuh sakit), jangan egois pingin enak sendiri, harus berjiwa sosial, harus peka, tanya gimana tugasnya? Apa yang bisa dibantu? Bukan nanya ‘udah selesai atau belum?’ itu kedengarannya seperti ‘agan-agan’ ke bawahannya. Sekecil apa pun bentuk perhatian patut diberikan ya, contohnya kalau temennya ngilang atau belum juga muncul segera hubungi. Hehehehe pengalaman.
5. Terbuka
Penting juga nih yang satu ini, jangan menutup-nutupi sesuatu, sekecil apa pun itu, kalau memang orang lain berhak tau atau perlu tahu. Bilang aja enak ngga enaknya, beneran deh! Bahkan kalau kamu memang orangnya ekspresif ya ekspresikan rasa kamu itu biar orang lain tau, biar ngga salah paham, biar masalahnya bisa dibicarakan, biar bisa dicari pemecahannya, dan akhirnya juga bisa clear. Kamu juga harus bisa beradaptasi dengan seisi lingkungan kamu. Sepaket pokoknya! Dari orangnya sampai tempatnya. Kamu harus belajar menerima orang lain yang mungkin ngga klop dengan kamu, kamu harus belajar sabar, kamu harus belajar menata hati dan pikiran kamu agar tetap baik. Tau ngga? Di saat ini tuh, kamu sedang digembleng, diasah, ditempa agar bisa menjadi manusia yang lebih dewasa, lebih menguasai diri, lebih baik lagi, lebih tangguh!
6. Percaya
Kamu bisa percaya kalau orang itu bisa dipercaya, kemudian orang itu percaya juga kepadamu, dan kamu baru bisa percaya sama dia. Ya, masalah kepercayaan ini menurutku yang paling ngga boleh dipaksakan. Kalau wanita lebih bermain dengan hati/perasaan sedangkan laki-laki dengan rasionalitasnya maka dua hal itu bisa dijadikan indikator apakah kamu bisa percaya dengan seseorang atau tidak. Belajar bilang tidak ya! Kalau aku sih, meningan bilang ‘no’ dari pada hidup ngga tentram.

Apa lagi ya? Oh ini nih..

7. Jangan memasang wajah lesu, lemas, lemah, lunglai, bete, cape, bosan, kesal, marah, sok, atau yang jelek-jelek lainnya di depan narasumber yang ingin kamu wawancarai!
Seberat apa pun masalah yang sedang kamu pikul, secape apa pun kamu hari itu karena terlalu banyak beban aktivitas, sebosan apa pun kamu melakukan rutinitas yang sama itu-itu aja, kamu sama sekali ngga berhak ngasih perlakuan buruk di depan orang lain! Tau ngga? Mereka itu udah meluangkan waktunya buat kamu bahkan mereka itu mungkin menaruh harap atas kehadiran kamu. Kamu harus belajar profesional karena wajib untuk selalu belajar, kapan pun dan di mana pun, dengan siapa pun dan dengan bagaimana pun caranya. Ingat! Ambilah ilmu dari siapa pun yang kau dengar! Atau mungkin bisa saja malah kamu yang sebenarnya butuh mereka, maka jangan menyia-nyiakan waktu. Bangun hubungan yang baik meski ini pertama dan terakhir kalinya kamu bertemu. Atau kamu mungkin akan mendapatkan sesuatu yang ngga kamu duga sebelumnya dengan pertemuan bersama dengan orang baru itu. Pokoknya buat perjumpaan itu menjadi sesuatu hal yang special, belajarlah untuk menjadi orang yang ngga neko-neko untuk memperoleh dan merasa bahagia. Cukup itu, bila kamu lebih semili meter aja dibandingkan orang lain, syukuri, kamu satu langkah lebih maju!
8. Be yourself
Without any other information, you now what that mean and just do it!

Ok, yang terakhir pesan aja deh kali ini.
‘Don’t make any decision, it will be better if you calm down soon. Make a cold think! Or you will be a disappointed with what you make when you feel angry.’
‘Apa yang tidak baik bagimu bisa jadi baik menurut Allah jadi bersabar, mungkin itu bisa menjadi ladang pahala bagimu :’)’
‘Biarkan Allah yang mengatur, serahkan dan percayakan insyaAllah akan mendapat yang terbaik di atas ridho Allah. Amin.’

Advertisements

One thought on “Evaluation=Evolution!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s