Management Qalbu Pagi By Aa Gym & Ustd. Abdul Wahab DT Bandung (40/09/2014)

Allah menghitung pahala bagi seseorang yang membaca Al-Qur’an—perhurufnya dan semoga pula, Allah dapat menghitung pahala bagi seseorang yang khusyuk mendengarkan tausiyah—perdetiknya. Amin.

Karena satu huruf saja merasuk hingga ke dalam hati apalagi untaian-untaian kalimat penuh ilmu dari majelis ini, yang bagaikan embun di pagi hari. SubhanaAllah..

***

Kali ini bersama Aa Gym, mencoba belajar mengambil hikmah dari pengalaman oranglain..

Bagaimana cara mengetahui orang itu baik atau tidak?
1. Pernah safar dengannya. Berpergian, karena dengan berpergian bersama maka akan tampak bagaimana sifat asli seseorang.
2. Pernah bermuamalah dengannya. Melakukan transaski ekonomi. Dari sini akan terlihat apakah orang itu rakus atau tidak? Licik atau tidak?
3. Pernah memberi amanah kepadanya. Apakah orang itu ammah ketika diberi amanah?

>> Sebenarnya, hakikat shalat tepat waktu yaitu datang lebih awal ke masjid, mengambil wudhu lebih awal, shalat sunnah lebih awal, serta mencari shaf lebih dulu.

>> Berbicara tentang nikmat, nikmat dunia itu sedikit dan sifatnya sementara serta, sesungguhnya nikmat itu datangnya dari bersyukur.

>> Dulu kala, Rasulullah SAW adalah muslim seorang diri sedangkan yang lainnya tidak beriman. Namun beliau tidak membenci kalangan itu. Adapun, seharusnya kita bertindak dengan memberikan contoh bagaimana indahnya Islam serta mendoakan mereka. Sedangkan yang ini baru berbeda, treatmen bagi nonmus yang memerangi Islam (karena haditsnya pun berbeda).

***

Bersama Ustd. Abdul Wahab, memahami Surah Al-Ashr ‘waktu’

وَالْعَصْرِ

Demi waktu

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran

 

>> Orang yang meninggalkan shalat ashar, seperti amalannya akan sirna (hu Allah hualam). Sedangkan ashar perumpamaan akhir waktu, karena tidak lama mata pun akan mulai terpejam dan tertutup. Ashar juga merupakan waktu evaluasi bagi diri kita. Adapun seharusnya, kita mempunyai targetan perhari untuk ibadah maupun amal sholeh lainnya.

>> Bagaimana agar manusia tidak merugi?
(1) Beriman, dengan kuat menjaga keimanannya hingga di waktu ashar malah bisa naik keimanannya!. (2) Melakukan amal sholeh karena amal sholeh adalah buah dari keimanan, syarat diterimanya amal kita yaitu iman. Jadi mana yang harus didahulukan? Beriman lalu beramal sholeh. (3) Apa yang telah dilakukan hari ini? (4) Saling menasihati dalam kebenaran.

>> Perlu melakukan amal sholeh kerena berdakwah dengan perbuatan lebih diterima dibandingkan dengan lisan. Doa adalah senjata bagi orang beriman, untuk menakuti orang—membuat percaya diri—dan keselamatan. Inti dari ibadah, dari shalat pun doa (berdoa). Maka jangan tinggalkan untuk berdoa karena doa adalah management langit.

>> Sesungguhnya, keimanan tergantung pada diri kita sendiri. Pupuknya iman di antaranya adalah ilmu.
“Cukup dengan ilmu maka seseorang akan takut dengan Allah..

Cukup dengan kebodohan maka seseorang akan sombong.”

>> Waktu yang barokah yaitu ketika waktu diisi untuk melakukan kebaikan dan amal sholeh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s