Membuat Iri Anak Lain

Berbicara dari hati ke hati sama Mamah. Di tengah ruang tv sambil tidur beralaskan kapet dan bersandarkan sebuah bantal besar untuk menopang dua kepala.

Tak ada sekat atau sedikit pun tirai yang menjadi pemisah. Jarak kami hanya beberapa centimeter. Saling berhadapan, saling melihat wajah, dan saling menguraikan cerita hidup yang sama-sama ingin kami curahkan.

Saat terlekat aku dengan Mamah.

Bahkan rasanya seperti anak bayi yang sedang menyusui, dengan kehangatan seorang Ibu yang melebihi hangatnya apa pun, hingga aku terlelap dan tak ingin jauh. Selalu ingin begini, setiap saat, atau bisa mengulanginya lagi.

Mamah dan aku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s