Sibuk Memperbaiki Diri

Kalau boleh dibilang, saat ini aku memang sedang tersesat. Entah menyesatkan diri sendiri atau telah berhasil dibujuk rayu oleh syetan? Entahlah, aku hanya sedang mencari jalan untuk bisa kembali ke tengah keluarga yang lainnya.

Jujur, lelah-cape-bosan-sedih-bingung-takut-semua rasa campur aduk dan bikin aku ngga tau harus apa? Hanya menikmati ini semua dalam kesendirian dan berfikir ‘ngga pernah puas untuk menjadi seseorang yang baru’.

Katanya meskipun sakit, aku harus tetap bertahan di jalan ini karena hakiatnya bukan jalan ini yang membutuhkan aku tapi aku yang membutuhkan jalan ini. Ya memang sangat benar! Makanya saat ini aku sedang amat sangat takut dan aku ngga bisa cerita sama siapa-siapa.

Merasa sendiri.

Aku dan mereka sama, punya hati, kapan aku merasa dianggap ada, kapan aku dihargai, kapan aku diingatkan, kapan aku dimusuhi, kapan aku dijauhi, kapan aku merasa tidak nyaman, itulah kapan aku merasa ada jarak yang hadir dan memisahkan. Ini semua hanya terjadi padaku atau yang lainnya pun pernah merasa?

Kalau disuruh bercerita, aku juga ngga tau harus cerita apa? Karena semuanya terjadi begitu aja.

Aku pernah bilang kalau yang kuat sekali pun bisa tiba-tiba rapuh dan bagaimana dengan aku? Yang bukan apa-apa.. Kadang sedih, nangis sendiri, siang maupun malam memikirkan arah untuk kembali, aku sudah terlanjur jatuh hati. Dan aku pernah mendengar,

“Mungkin memang begitulah jalan hidupnya, harus tersesat lagi, dan berusaha untuk menemukan jalan kembali seorang diri.”

Siapa pun tolong aku ya, kuatkan aku, ingatkan aku, bimbing aku, ajak aku kembali ke tengah-tengah kalian karena selama ini aku ngga lagi bersama mereka yang saling menguatkan. Aku ngga mau sendiri.

Sedih, aku ngga mau rapor ramadhanku yang kemarin kacau benar-benar mempengaruhi hari-hari ini.

Dan cukup tersentak ketika melihat salah seorang teman di kelasku yang baru saja memakai jilbab lalu aku meneteskan air mata haru, melihat temanku yang satunya lagi sibuk memegang buku tebal, pemandangan kali pertama karena dia kurasa dia baru saja berubah, berubah menjadi seseorang yang lebih baik dari hari ke hari.

Semua orang sedang sibuk memperbaiki diri dan apa kabar denganku?

Belum lagi melihat Teteh seniorku saat di SMA dulu yang kini penampilannya luar biasa sholehah, rasanya aku ingin dikelilingi oleh orang-orang sepertimu, yang punya semangat tinggi, dan selalu mendekat pada-Nya.

Kemudian, beberapa saat yang lalu tahu bahwa salah seorang teman yang satu tahun belakang kukenal, kini berubah dengan dahsyatnya, kurasa motivasi hidupnya semakin terasah olehkarena sesuatu hal yang telah menimpanya. SubhanaAllah, aku pun ingin membahagiakan kedua orangtuaku saat ini. In syaa Allah.. Semangat, doakan ya kawan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s