Wanita Shalehah

Alhamdulillah pagi ini sudah khatam 1 buah buku. Buku kecil yang ringan, seperti kalanya kita sedang memakan jajanan atau cemilan. Karena tidak sengaja membaca judulnya di kamar Zaki tentang dakwah. Setelah coba dirasakan, ternyata ini buah penyajian dari salah seorang santri. Ada beberapa part yang memang aku prioritaskan untuk dibaca karena judulnya yang menarik dan aku penasaran dengan isi di dalamnya. Wanita Shalehah. Ada sebuah kalimat yang kemudian membuatku berfikir untuk menuliskannya di sini yaitu, “Jadilah seperti bunga yang hidup di tepi jurang. Bunga yang akan susah dipetik dan perlu perjuangan untuk mendapatkannya. Bukan seperti seorang wanita m**ah*n. Ya, jujur saja aku sangat tidak suka dengan kata-kata kasar. Tidak pantas juga bila seseorang sampai hati mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dari mulutnya. Karena semua tabiat yang kita lakukan selama hidup di dunia sudah barang tentu akan dipertanggung jawabkan kelak di hadapan-Nya. Jadi, sudahkah aku menjadi seorang bunga di tepian jurang itu? Plus, menjadi wanita shalehah yang selalu mengingat, taat, dan mencintai Allah SWT beserta Rasul-Nya. Aamiin. Menjadi seorang wanita yang mendirikan shalat dan menjalankan ibadah puasa dengan baik dan benar seperti buku yang aku baca itu. Mungkin hanya perlu waktu beberapa menit untuk menyelesaikan semua judul. Bacaan yang singkat, tercium sekali aroma da’I mudanya, santri yang akan menjadi penerus para ulama. Aku jadi ingat impianku kelak, semoga bisa pula terbina, tertarbiyah di tempat para penuntut ilmu agama sebagai seorang santriyah. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s