Satu Tahun Sudah..

Rindu itu menyeruak masuk ke dalam sela-sela dada. Membuatku sesak meski oksigen masih banyak tersedia untuk bisa kuhirup. Rasanya diri ini berkecamuk, ada sesuatu yang luput dariku. Saat ini adalah masa-masa kritis untuk membuat sesuatu yang sedang meregang agar kembali hidup dan melanjutkan perjuangan.

Aku masih saja sibuk sendiri mengurusi diriku yang tidak pernah selesai untuk diperbaiki. Kuliahku yang saat ini menjadi fokus utama telah memakan banyak bagian dari diriku. Merampasnya dan mengatas namakan semua ini demi masa depanku. Belum lagi amanah yang Allah titipkan di atas pundakku, rasanya kecintaan itu kian menguat hingga menyita banyak waktu-fikiran-tenaga, mengambilnya cuma-cuma karena aku ikhlas menggunakan segenap apa yang aku miliki untuk berjalan sebagai musafir di tengah jama’ah ini.

Malam tadi aku tertawa bahagia, melihat kembali senyum-senyum indah yang dulu pernah turut membawaku bersama mereka. Adik-Adik yang ingin selalu aku bahagiakan, aku perjuangkan. Adik-Adik Buninagara.

Kak Aya rindu sekali dengan kalian Dik. Apa kabar kalian? Maaf karena Kak Aya terlalu egois karena selalu membuat sibuk diri ini dengan urusan di kampus. Maaf beribu-ribu maaf. Allah baru menghentakkan kembali ingatan Kak Aya tentang kalian.

Foto, video, kisah yang tersimpan rapih di dalam dokumen-dokumen kenangan kita membuat Kak Aya bisa kembali melihat wajah kalian satu persatu. Mencoba memanggil kembali ingatan tentang kebersamaan yang pernah kita lewati dulu. Mimpi-mimpi kalian yang juga telah menjadi mimpi Kak Aya.

Namun hati ini masih saja terasa kering, senyum hanya sebatas simbol, mata hanya sebatas menatap. Semuanya berbeda ketika hati Kak Aya merasa ada yang lain. Kak Aya rindu bertemu langsung dengan kalian Dik..

Kak Aya tulis ini karena Kak Aya sudah tidak tahan dengan terbatasnya kemampuan Kak Aya untuk kembali ke tengah-tengah kalian. Kak Aya ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama kalian, Kak Aya amat sangat ingin melanjutkan kisah kebersamaan kita.

Eka, Dimas, Riang, Vina, Shella, Astri, semuanya yang Kak Aya sayangi, tetap jadi Adik yang mengagumkan ya. Kak Aya di sini masih belajar untuk menjadi Kakak yang baik di tengah Adik-Adik yang lain. Maaf maaf maaf, Kak Aya belum bisa menjenguk kalian. Kak Aya belum bisa kembali ke tanah yang telah membesarkan mimpi-mimpi kita.

Ya Allah, jaga Adik-Adikku, kebahagiaanku, kebanggaanku. Berikan kami waktu untuk dapat kembali merangkai mimpi, mewujudkannya, dan merasakannya bersama dengan orang tua yang kami sayangi. Dulu, Kau yang mempertemukan kami begitu pula memisahkan kami. Saat ini, hanya Kau yang tahu jalan kami untuk mencapai satu hal yang sama-sama kami tuju. Pertemukanlah kami kembali dalam bahagia-Mu. Aamiin.

Kalian harus tahu Dik, Kak Aya ngga akan pernah bisa melupakan kalian. Kak Aya akan selalu menyimpan nama-nama kalian di setiap ruang hati Kak Aya. Kak Aya bahagia bisa menjadi Kakak kalian. Saat ini Kak Aya bukan sedih karena kalian, melainkan sedih karena lalai sebagai Kakak. Maafin Kak Aya ya..

Kalian siap?

Aku siap! Tetap semangat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s