Catatan Hati (1)

Saat awal tau bahwa aku akan ditempatkan lagi di BM, aku sudah sibuk sendiri dengan ngetik sana ngetik sini di si laptop tangguh. Ya, padahal saat itu masih waktunya liburan akhir semester. Tapi rasanya, aku sudah gatal dan greget sekali ingin menulis apa-apa saja yang akan dilakukan saat beramanah nanti. Memang ngga banyak, hitung-hitung sebagai warming up lah ya, menganalisis, mengevaluasi BM sebelumnya. Aku ingin semuanya jauh lebih baik dan semoga semuanya bisa terlaksana ya πŸ™‚ Aamiin..

Tapi di sini aku mau cerita dulu nih tentang harapan untuk BM 2015.

Aku berharap, BM 2015 bisa jadi BM outsanding biar dapet A+ kalau di i-gracias mah. Outstanding dalam mengelola mentor, mengelola mentee, mengelola kelompok mentoring, mengelola menlan, mengelola Sekolah Mentor, serta outstanding pada berbagai agenda dakwah lainnya di kampus tercinta. Aamiin. Kalau harapan aku untuk pengurus BM sendiri, semoga mereka bisa berkarya dengan semaksimal mungkin di BM ini karena aku memang tipe orang yang berfikir kreatif jadi aku ngga suka kalau membatasi ruang gerak seseorang. Aku suka mereka yang mencoba untuk berfikir berbeda dengan apa yang banyak difikirkan oleh orang lainnya, pokoknya berfikir out of the box deh. I like it!

Hmmm, mulai ngalor-ngidul nih..

Aku ingin BM 2015 bisa menorehkan tinta emas di kampus Telkom University, kampus madani. Aamiin.

Kalau harapan untukku sendiri apa? Apaaa yaaa? Nah, salah satunya ini. Aku ingin punya catatan kecil perjalanan seorang FAO BM.

Yuk ah mulai..

Kalau kata beberapa orang, FAO ini perlu dicemaskan karena bekerja seorang diri atau tanpa partner seperti yang terdapat pada divisi QCD-HRD-Mentor-MPAI-dan lain sebagainya, terdapat koor hingga staff. Tapi saat ini, aku malah bersyukur karena bisa banyak menuangkan ide, mewujudkannya, dan plong banget rasanya.

Lagi-lagi mengingat sifatku yang kalau sudah ada maunya, ya harus terwujud. Belum lagi, memang aku akan bekerja cukup maksimal bila tidak dalam sekumpulan orang. Bukan individualistis ya tapi memang terasa, ketika bekerja sama dengan orang lain, terkadang mereka kurang kooperatif-tidak sepemikiran-serta banyak lagi tantangannya. Mungkin ini juga karena sifat perfectionist yang aku miliki. Aku ingin segala sesuatunya berjalan sesuai rencana, dengan baik sehingga menghasilkan sesuatu yang baik pula. Plong banget kalau semua itu bisa terlaksana..

Tapi memang setiap orang akan diuji sesuai dengan batas kemampuannya, setiap orang akan diuji pada titik terlemahnya sampai ia bisa memenangkan ujian itu, naik tingkat, lalu mendapat ujian yang baru. Ada lah ya kelemahanku, ngga mungkin aku bercerita di ruang seterbuka ini πŸ™‚

Bukankah setiap generasi menmiliki ujiannya masing-masing? Itulah Allah, yang membuat semuanya begitu berwarna. Kampus ini jadi semakin banyak memiliki rekam jejak sejarah dakwah, manis-pahit-asam-asin-getir, semuanya penuh dengan hikmah dan hanya orang-orang yang dapat mengambil hikmah lah, mereka dikatakan sebagai orang-orang yang beruntung.

Awalnya aku sombong, ternyata enak ya jadi FAO, tinggal bikinin surat dan selesai deh tugasnya. Nah sekarang? Karena kebanyakan ide, malah jadinya kebanyakan peer. Hhhh ya sudahlah.. Biar begitu aku tetap senang πŸ™‚

Ya Allah, ingatkan aku selalu ya. Ketika aku mulai lelah, ketika aku mulai tertekan, ketika aku mulai bosan, ketika aku tidak lagi bisa mengontrol diriku sendiri. Jangan biarkan sedikit pun celah yang terbuka, aku tidak ingin syetan merusak semua ini.

Ngantuk nih.. Pokoknya, aku ingin banyak bercerita tentang perjalanan panjang seorang FAO. Semangaaattt!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s