Yuk Bebersih!

Pagi-pagi bikin postingan dulu ah 😀

Kebiasaan Minggu pagi yang suka absen kalau sudah ada agenda di luar rumah (baca: kampus), ya salah satunya bersihin kamar. Aku paling ngga suka sesuatu yang berantakan apalagi sampai berdebu jadi hal wajib buat nyapu lalu lap-lap seisi kamar.

Ngga suka duduk diem aja padahal ada banyak hal yang bisa dikerjain.

Hmmm jadi berimajinasi, nanti kalau udah punya rumah sendiri pasti aku ingin sekali menjadi seperti Mamah yang sudah bangun sebelum subuh, mandi-berhias sampai cantik, bersih-bersih rumah, masak, dan melayani keluarga dengan istimewa 🙂 Like mother like son! Seperti Papah juga yang apik banget sama mobil, nyuci-bersihin mobil ‘setiap hari’ pagi-pagi sendiri. Jadi kadang, suka keheul kalau main ke mana gitu terus ngeliat barang-barang, buffet, semuanya serba berdebu. Hzzz kalau aku tinggal di overseas mungkin akan dipandang sebagai orang jorok kali ya?!

Nyuci baju, nyetrika baju. Ini nih yang suka nguras waktu! Padahal ada Bibi juga, tapi ‘jarang’ mau kalau dicuciin. Udah enak ngerjain semuanya sendiri soalnya. Merasa ngga pernah bersih dan rapih kalau dikerjain sama orang lain. Apalagi kalau tahu/melihat bagaimana saat Bibi mencuci/menyetrikanya. Karena semuanya ada tehniknya! Dari nyuci, ngga sembarang pakaian bisa langsung dimasukin ke mesin cuci, atau tentang pakaian yang direndam lalu dikucek. Atau tentang menyetrika yang pertama kali ‘harus’ bagian kerah, lalu lengan, garis kancing, bagian depan, bagian dalam, melipat, dan lain-lain. Semuanya ‘harus-kudu-mesti’ rapih buat bisa masuk ke dalam lemari. Ah tapi nanti pas mau dipakai pasti aja disetrika lagi kok!

Dua hal sederhana yang membuatku merasa luar biasa karena semuanya selesai dengan kedua tanganku sendiri.

Rasanya banyak kebiasaan yang kadang membuatku rigid seperti membereskan kasur sebelum keluar kamar, membereskan lemari hampir kapan pun aku mau, mencuci segala bahan yang aku rasa ngga kotor tapi agar ‘lebih’ bersih.

Harus pandai merawat diri sendiri dulu baru deh merasa yakin bisa melayani orang lain..

Hmmm jadi inget kebiasaan kalau lagi di rumah Karawang. Bangun pagi biasanya udah ada makanan, ya makan dulu aja. Eh perasaan ‘ngga enak’ selalu aja hadir. Kok bisa ‘ngga ngapa-ngapain’, ‘ngga bantu-bantu’, lantas hanya enak-enakan! Hah pemalas!

Ingin rasanya membiarkan Mamah melihat isi rumahnya sudah rapih-pih-pih setiap pagi.. Biasanya aku suka nyapu terus langsung ngepel (kalau lagi semangat/berniat), terus nyuci piring, bersihin laci-laci yang kadang bikin ‘keki’. Kok ya ini rumah banyak banget isinya? Banyak banget printilannya. Yang ngga dipakai, yang didiemin aja, ya dibuang aja kenapa?! Aku memang ngga suka sesuatu yang dipandang ramai/banyak. Lebih baik dibuang sekalian! Belum lagi bersihin kandang kelinci yang eughhh, harus langsung mandi dan dicuci bajunya biar ngga tersebar virus penyakit. Nanti aku ceritain ya tentang kelinci Emen dan Emon!

Aku memang tidak suka hanya duduk diam atau memilih menonton tv. Rasanya jadi pusing dan malah pegal-pegal. Karena dibalik semua pekerjaan rumah tangga, ada banyak manfaatnya loh! Salah satunya yaitu nyapu-ngepel berkhasiat untuk mencegah seseorang terkena serangan ‘stroke’ karena ia menggerakan seluruh anggota tubuhnya.

Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah, baiknya menyelesaikan semua targetan harian :’)

Ah indahnya hidup, bisa menikmati waktu seperti ini. Masa masih muda diem aja?! Kalah sama yang sudah berusia dan telah menyelesaikan banyak hal di harinya..

Usia Mamah dan aku kan, jelas lebih muda aku. Energi Mamah dan aku kan, jelas lebih berenergi aku. Itulah mengapa ‘salah’ bila seorang anak muda hanya diam menghabiskan waktunya! Semangat bagi yang berjiwa muda hey!

Alhamdulillah memiliki Mamah dan Papah yang punya kebiasaan hebat ini! Heheh..
#YukBebersih 😀

*****
Note:
~Masa di rumah pakai daster terus? Belum mandi lagi? Eh giliran keluar rumah malah dandan yang cantik.. Emang diri kamu buat ditunjukin ke orang-orang lain di luar sana apa? Aurat tau! Cantikmu itu hanya milik keluargamu..
~Percis seperti apa yang dikatakan oleh Ms. Madgalena! Anak akan menjadi seperti apa yang orangtuanya lakukan. Aku atau bukan? Memang rasanya di antara Teh Ica dan Teh Maya yang paling care sama hal seperti ini, ya aku :p Mamah yang rajin banget beres-beres, ‘gen’ nya itu nurun juga ke aku. Berubah sih intinya, dari aku yang dulunya cuek jadi serba rempong seperti ini. “Kamu belum merasa memiliki rumah sih, rasanya ini rumah Mamah sendiri aja jadi kamu males ngerawat rumah..” dulu pas aku masih SD atau SMP gitu, Mamah pernah marah.
~Aku sudah membayangkan rumah idamanku nanti. Rumah seperti di desa yang luas dan tidak bertingkat. Tidak banyak sekat, terbuka, tidak banyak barang, bersih-rapih-cantik, berhalaman rumput yang luas dengan tanaman hias mau pun sayur yang aku tanam sendiri, dengan udara segar penuh pepohonan rindang, ada berbagai hewan dari ikan di kolam yang airnya bergemericik, domba, burung.. Ahhhh.. Rumah seperti di desa atau Jawa pegunungan yang aku rindukan. Sederhana dan nyaman untuk ditinggali dengan lingkungan yang ramah.. Jadi ingat saat main ke rumah temen SMA dan rumahnya sangat bersih serta tidak banyak barang, kesannya luas dan apik. Mudah-mudahan bisa terwujud ya..

*Wah jadi ingat target hidup di usia 21! Sudah harus punya rumah sendiri. Aamiin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s