Anis Matta

Hmmm, hanya ingin bermuhasabah sejenak.

Selesai baca bukunya Papih Anis Matta, langsung on lagi deh semangatnya untuk nulis, ya seengganya bercerita sebait atau dua bait dari hasil membacanya itu loh. Kalau kata Papih Hernowo mah, ‘free writing’ gitu tuh bahasa kerennya, atau menulis bebas karena memang manusia perlu giving output setelah taking input.

Apa itu inputnya? Inputnya itu ya membaca, lantas apa outputnya? Outputnya itu ya menulis. Oke, selain menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk daya ingat dan daya serap otak-akal kita, ‘free writing’ ini juga bisa menjadi sarana mengevaluasi diri kita selama seharian tadi. Kita mulai aja yuk!

Sebenernya kalau diingat-ingat apa aja yang udah dibaca? Malah ngga inget beneran alias lupa semua. Eh mungkin ada sedikit demi sedikit hal yang masih menempel atau membekas meski sebenernya ngga nyambung. Yaitu ‘manfaatkanlah waktu luang untuk hal-hal yang bermanfaat’. Heheheh ini jadi curhat ya!

Ceritanya beberapa waktu belakang ini, aku lagi kecanduan hp/gadget/smartphone/cellphone/dlsb. Untuk apa? Untuk chat-chatan, untuk buka facebook, untuk buka message fb, bahkan sampai menghalalkan membuka wordpress dalam selang waktu yang sempit. Ya betapa meruginya diri ini yang sudah seperti pengangguran padahal dibalik semua itu ada banyak tubes yang menuntut untuk segera diselesaikan. Baiklah..

Rencana pertama yaitu ingin pakai hape jadul dulu untuk sementara waktu biar jarinya ngga gatel tak-utik-tak-utik hp mulu, tapi ya lagi-lagi belum kesampaian karena ada aja alasan, ya baterenya ngga ada lah, chargernya ngga adalah, dan ada-ada lah yang lainnya. Sampai akhirnya, jeng-jeng.. Ternyata diri ini masih punya self awareness.

Mau jadi apa kamu Nak kalau malas membaca?

Liat tuh banyak teman kamu yang sudah melahap banyak judul, lantas kamu, satu pun buku belum selesai-selesai juga dibaca selama rentang waktu beberapa bulan ini? Astaghfirullah, sadar Nak, sadar!

Padahal kamu tahu apa? Harusnya selama masih menjadi seorang mahasiswi seperti ini, kamu bisa menghabiskan banyak buku untuk dibaca, diulik, kan belum tentu saat kamu sudah bekerja atau berkeluarga nanti akan punya banyak waktu untuk melakukan hal seperti yang satu ini? Begitulah kira-kira..

Ada banyak ibroh (pelajaran) yang aku ambil selama baca buku Papih. Tetep aja ngga cukup dengan hanya sekali baca, harus dibaca berulang-ulang supaya ilmunya nempel. Tapi masih ada judul lain yang menunggu untuk diselesaikan juga.. Duh jadi gimana atuh ini? Hmmm.. Bukankah waktu lebih sedikit dibanding tugas-tugas yang harus kita selesaikan? Yap! Hari ini aku dapet pelajaran berharga juga dari Pak Tengku. Yihiwww, mau mulai  bergerak ah!

Diri ini masih saja terlihat kecil, dengan pencapaian yang belum ada apa-apanya. Padahal dunia ini besar dan Allah pun Maha Besar. Kerasa banget deh ini, kebanyakan main-mainnya, kebanyakan malas-malasnya, kebanyakn leha-lehanya, kebanyakan wacananya dibanding action dan kejar sampai dapat!

Oke, belajar apa lagi ya dari buku Papih? Segini dulu aja kali ya? Meskipun ngga nyambung, tapi memang butuh waktu untuk bisa mereview sebuah buku atau bacaan dengan baik. Toh ini pengalamanku yang pertama kali bukan? Biasanya aku hanya menulis seenak hati, eh ini malah harus mengingat, memanggil kembali informasi-informasi yang telah tersimpan di dalam berangkas otakku. Daaahhh, see you.. NIght!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s