Jadilah Kader Terbaik Di Zamanmu

Sempat saya mendengar bahwa tahun ketiga perkuliahan merupakan masa di mana seorang kader Dakwah Kampus telah mencapai tingkat kematangan yang cukup untuk dapat bekerja sesuai dengan potensi dirinya di dalam ranah dakwah tersebut.
10896834_730451913742263_1833898394301771887_n

Kematangan yang cukup itu telah dimiliki oleh seorang kader dengan adanya pengalaman nyata, pengetahuan tentang kondisi lingkungkungan kampus, hingga perbekalan yang telah disiapkan secara khusus untuk dirinya.

Begitu pula yang memang saya rasakan saat ini ketika duduk di bangku tahun ketiga perkuliahan. Saya pernah terjun langsung di dalam ranah Dakwah Kampus pada tahun sebelumnya, sebagai salah seorang staf di salah satu wajihah. Saya belajar tentang banyak hal dari yang awalnya sama sekali tidak saya pahami hingga menjadi sesuatu yang bisa saya terangkan pada orang lain, tentang kaderisasi. Panca indra saya pun menjadi semakin peka terhadap apa yang terjadi di sekeliling lingkungan kampus, apalagi dengan keharusan seorang da’i untuk mengerjakan yang ma’ruf serta mencegah yang mungkar. Bekal terakhir yang memang dipersiapkan untuk para kader Dakwah Kampus yang akan melanjutkan estafet kepengurusan yaitu adanya berbagai pembinaan/tarbiyah, dauroh, hingga majelis yang dikhususkan untuk mereka.

Namun sayangnya, tahun ketiga merupakan tahun terakhir atau tahun puncak kepengurusan bagi seorang kader Dakwah Kampus selama berkuliah karena pada tahun selanjutnya atau tahun keempat merupakan tahun mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia pasca kampus.

Begitulah kehidupan yang seperti roda dan akan terus berputar ini..

Saya memang sungguh merasa menyesal karena tidak bisa bekerja dengan maksimal di tahun kepengurusan pertama. Di mana ada banyak hal yang menjadi alasan bagi saya untuk mangkir atau lari dari tanggung jawab amanah saya. Jujur, saat itu saya belum memiliki bekal yang cukup untuk bisa bertahan.

Kali ini bukan maksud hati saya akan pergi jauh meninggalkan dunia kampus yang telah memberi banyak pelajaran berharga bagi saya, terutama kenangan indah dalam perjuangan bersama rekan-rekan mujahid serta mujahidah cilik lainnya. Saya hanya ingin merapihkan pekerjaan saya sejak jauh-jauh hari agar kelak penerus saya mengetahui apa yang harus ia selesaikan dan apa yang harus ia wujudkan karena saya belum memiliki kesempatan untuk mewujudkannya hari ini.

Saya ingin mengkaderkan seseorang untuk menjadi pengganti saya tapi apakah saya pantas melakukannya saat ini?

Layaknya seorang Ibu yang sejak muda telah menuliskan surat bagi anaknya ketika ia lahir kelak, saya ingin agar yang menggantikan saya bisa melakukan yang lebih baik dan tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang pernah saya lakukan.

Saya telah membuat catatan kecil untuk dirinya, tentang apa yang telah saya selesaikan selama satu tahun ini, bagaimana progress pengerjaannya, hingga PR-PR apa saja yang belum saya tunaikan.

Siapapun yang melanjutkan estafet perjuangan ini, berikanlah yang terbaik, bertahanlah, dan kembalilah ke rumahmu karena di sana kamu akan melihat wajah-wajah saudara/i-mu yang bahkan jauh lebih lelah dari kelelahan yang kita rasakan hari ini. Sepahit dan seberat apa pun, tersenyumlah kepada sudara/i-mu. Jangan ragu bertanya dan juga jangan malu untuk meminta bantuan kepada sudara/i-mu 🙂

Rapihkan lagi pekerjaan-pekerjaanmu, siapkan lagi bekal untuk para penerusmu..

Jadilah kader yang terbaik di masamu dan buatlah karya terbaik yang akan selalu dikenang oleh masa setelahmu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s