Menjaga Izzah dan Iffah

Seorang wanita adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia.

Maka dari itu ia tidak diizinkan untuk keluar rumah/menginap tanpa didampingi oleh mahromnya.

Maka dari itu ia diwajibkan untuk menutup seluruh aurat tubuhnya di hadapan mereka yang bukan mahrom.

Maka dari itu sebaiknya ia keluar hanya dalam keadaan terpaksa/darurat/untuk menunaikan kewajibannya.

Maka dari itu ia lebih diwajibkan untuk mendirikan shalat di dalam rumah dibandingkan pergi ke masjid sekitar rumahnya.

Maka dari itu ia tidak diperkenankan menggunakan wewangian hingga gelang kaki yang akan membuatnya terlihat seperti wanita murahan.

Bisa aja, bisa..
Aku ikut ini-aku ikut itu, menuruti hawa nafsu, berkumpul dengan lawan jenis tanpa batasan (ikhtilat). Bersenang-senang, ketawa-ketiwi, pergi ke sana-pergi ke sini, komunikasi yang tidak terkontrol, dan lain sebagainya.
Bisa aja, bisa..

Merasa pandai menjaga diri, bisa menjaga diri padahal banyak mudhorotnya bila diam di sana.

Sabar sabar..
Bukankah sabar lebih diutamakan?

Jangan liat ‘orang lain’, lihat saudari semuslimmu yang benar-benar mengamalkan Islam secara menyeluruh/syumul/kafah. Kamu juga pasti bisa menilai, sekarang kamu merasakan maka dari itu kamu menulis ini semua bukan?

Jangan pecicilan pingin ke sana pingin ke situ, pingin ini pingin itu.

Sabar, nanti pun akan tiba masanya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s