Eh, kamu itu udah kuliah? Tapi masih kaya anak sekolahan..

Hai, hai, hai 😀 Apa kabar dunia?

Ada kabar gembira nih untuk kita semua! Masa aku dibilang masih SMA cobaaa 😀

“Tapi, kamu dibilang anak SMA juga ngga. Malah kaya anak baru mau masuk SMA.” Kata seorang Mba OSDM yang duduk persis di samping kananku saat jam makan siang di kantin gedung SDM.

Jadi awal mula ceritanya gini loh..

Saat pertama kali aku datang ke perusahaan ini, aku kan harus bikin kartu visitor tuh ya. Terus ada security yang nanya,

“Sekolah di mana De?”

HAH, SEKOLAH?

Terus aku jawab, “Udah kuliah Pak di Telkom..”

Mungkin, Bapaknya agak kurang mendengar jawabanku lantas ia bertanya lagi,

“Kelas berapa De?”

“Udah tingkat 3 Pak..”

“Oooh, kelas 3!” Balas Bapaknya.

Hzzz..

Berbeda dengan teman KP baruku, saat bertemu dengan security di pos depan malah ditanya,

“Kamu serius belum menikah?”

“Belum Pak, boro-boro menikah, lulus kuliah juga belum..” jawab teman perempuanku itu.

Ya entah mengapa banyak yang menanyakan ‘kamu sekolah di mana Dek?’ ke aku yang notabene udah anak kuliahan, sudah lebih dari sekedar siswa, i’m a mahasiswa! Hohohoho..

Karena aku hanya seorang diri KP di tempat ini, kemana-mana sendiri, ngapa-ngapain sendiri tapi yang paling kerasa menyedihkan itu ya pas makan siang di kantin sih. Meski boleh makan sepuasnya, apa aja (nasi, sayur, lauk pauk, sambel, lalap, buah-buahan, desert, dan lain-lain) tetep aja ngga nikmat kalau makan sendiri. Tapi di situ saatnya mencoba memperkenalkan diri ke Bapak/Ibu lainnya. Entah mereka atasan atau bukan, karena aku ngga kenal, jadi enak aja ngobrolnya heheh..

Topik yang paling menarik bagi mereka adalah asal universitasku dari mana? Telkom. Atau di mana tinggalnya? Bandung – Karawang.

Eh tiba saatnya ada Mba-Mba yang penasaran setelah aku mengobrol dengan salah seorang Bapak tentang anaknya yang ternyata juga kuliah di Telkom.

“Eh, kamu itu udah kuliah atau masih sekolah?” Mba-mba itu menoelku setelah Bapak tadi meninggalkan meja makan.

“Kuliah Mba..”

“Kuliah di mana?” Mba itu penasaran.

“Di Telkom..”

“Tapi kamu kaya belum kuliah. Malah ngga pantes dibilang anak SMA. Kaya anak yang baru mau masuk SMA.”

Whohohoho, Mba.. Saya jadi tersipu malu..

Saat itu obrolan kami mulai mencair sampai salah seorang Mba lainnya mengajakku ngobrol dalam Bahasa Sunda. Mba-Mba yang aku perhatikan selalu kompak makan bareng dari pertama kali aku KP di tempat ini.

Bahkan bukan kali itu saja. Kemarin, aku disangka masih seumuran dengan Adikku yang duduk di bangku SMP.

“Oh, jadi sebenernya kalian tuh beda umurnya jauh? Ibu kira seumuran..” Kata salah seorang Ibu.

“Oia? Terus yang mana dong yang udah kuliah?” Balas tanya Ibu yang lain.

Penampilanku mungkin memang masih seperti anak sekolahan. Pakai sepatu cats dan tas gendong. Rasanya lebih leluasa, lebih mobile kalau pakai sepatu dibanding flat shoes unyu-unyu ke tempat kerja. Apalagi pakai tas jinjing, selama ini masih belajar buat mem-PD-kan diri.

Lebih ciliknya lagi, setiap hari aku pulang-pergi ke tempat KP dengan diantar jemput naik motor oleh salah seorang tetangga sebelah rumah. Jam 06.30 caw pergi dan jam 16.00 caw pulang. Mamah masih belum percaya kalau aku bisa bawa motor. Gara-gara aku sering di klaksonin sama pengendara yang lain 😀

Oke! Ada banyak cerita seru lainnya selama KP hihihihi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s