Pedoman Kerja Praktik

Senin, 01 Juni 2015 adalah hari pertama Kerja Praktik (KP) di salah satu perusahaan ***. Waktu yang singkat, hanya 2 bulan saja rentang waktu untuk mengasah diri dengan terjun langsung di dunia pekerjaan ini.

Selama ini, telah banyak campur tangan Mamah yang mengusahakanku agar dapat belajar banyak di sini. Bukan perkara mudah dan sampai saat ini pun aku tetap terus mengikuti apa yang ia perintahkan. Contohnya pergi masih sangat pagi dari rumah hingga tiba 45 menit sebelum bel kantor berbunyi. Ternyata menyenangkan karena dapat mempersiapkan segala sesuatu lebih awal dan yang utama adalah mencuri ‘start’ untuk memulai aktivitas lebih awal daripada orang lain.

Ada beberapa catatan yang aku himpun sejak awal kedatanganku ketempat ini. Belajar itu tidak perlu melulu ilmu eksak, matakuliah a matakuliah b, meski di unit tempatku bekerja kaya sekali akan subjek pelajaran, KPI, manajemen resiko, K3, ISO, business process (mapping, improvement), audit, dan lain-lain. Pelajaran tentang hidup, cara membangun diri pun perlu kita miliki dengan peka terhadap situasi di sekeliling kita.

1. Kerjakan apa pun tugas yang diberikan, seringan atau seberat apa pun

Jangan berkecil hati kalau diberi tugas ringan atau yang menurutmu sepele tapi lakukan pekerjaan itu sebaik mungkin yang kamu bisa, berikan performance terbaikmu, bahkan kalau perlu seleksi, amati, dan tanyakan bagaimana caranya mendapatkan performace kerja terbaik pada karyawan teladan di ruangan tempatmu bekerja.

2. Jangan bosan menyelesaikan tugas yang sama berulang kali

Tunjukan semangat positifmu dan body language juga akan sangat mempengaruhi kesan oranglain terhadap diri kita sendiri.

3. Kerja cepat dan kerja cerdas

Bosmu akan mengapresiasi hasil kerjamu bila tugas diselesaikan dengan benar dan dalam waktu singkat. Buktikanlah sendiri!

4. Tidak tahu? Bertanya

Tidak mengerti? Bertanya

Di sini kamu harus benar-benar struggle. Jangan tunjukan wajahmu yang paling polos, setidaknya tunjukan wajahmu yang kebingungan karena berfikir. Contoh simple-nya, kamu diminta mengkopi dokumen dengan ukuran kertas A3, kamu ngga tau tuh kertasnya diletakan seperti apa? Settingnya seperti apa? Ya sudah, kamu ia kan saja, terus kamu pergi ke ruang fotokopi, kamu tanya deh sama orang di ruangan sana. Case closed.

5. Posisikan diri kamu adalah karyawan sesungguhnya di perusahaan itu

Jangan menutup diri, ceritakan dengan baik dirimu kepada orang-orang disekitarmu. Kamu harus terbuka agar mereka merasa nyaman dengan kehadiranmu di tengah-tengah mereka. Jangan misterius serta banyaklah mendengarkan cerita oranglain daripada terus-terusan menceritakan tentang dirimu sendiri.

6. Jangan memindahkan barang seenak jidad sendiri, letakan barang kembali tepat pada posisinya, dan jangan lupa meminta izin kalau hendak meminjam atau menginginkan sesuatu.

7. Jadilah komunikan dan komunikator yang baik

Misal kamu mengangkat telpon untuk seorang rekan kerja namun ia tidak ada di ruangan. Maka tanyakan secara lengkap, siapa si penelfon? Bagian tempatnya bekerja, ingin bicara dengan siapa? Catat jam telfonnya serta kalau bisa catat pula nomor pesawat telfonnya.

Tehnik menjawab telpon pun perlu diperhatikan. Contoh,

“Assalamu’alaykum, di sini Aya, PKL, ada yang bisa dibantu?”

Silakan dipraktikan karena terkadang si penelfon langsung mengutarakan maksud tujuannya menelfon (memberikan informasi terkait pekerjaan tertentu) kepada si penerima telfon (siapa pun si penerima, karena menganggap si penerima telfon adalah karyawan di unit tersebut). Bisa jadi kita tidak mengerti apalagi kalau penting atau critical dengan perusahaan.

8. Kerjakan tugas sampai selesai

Selesai berarti dokumen yang diminta sudah harus ada di atas meja atasan. Bukan,

“Sudah selesai De?”

“Sudah Pak, ini satu lagi masih diprint”

Itu namanya belum selesai, selesai itu ya kalau sudah ada di meja sang bos. Jangan banyak bertanya juga (biasanya akibat ragu, apa pekerjaannya sudah dilakukan dengan benar atau belum?). Tapi dari awal kamu memang sudah harus mengerti tuagsmu itu apa. Makanya pentinga bertanya saat diawal, minta penjelasan kalau masih bingung jangan malah dikit-dikit nanya dikit-dikit nanya. Itu akan mengganggu pekerjaan Ibu/Bapak/Mba di kantor.

9. Ini dia tips dan tricks yang menurutku penting dan wajib dicoba yaitu lakukan sesuatu hal yang berbeda, yang tidak dilakukan oleh orang lain. Contoh simplenya, saat kamu sedang memfotokopi dokumen dan di sekitarnya terlihat berantakan, maka cobalah sediit demi sedikit membantu merapihkan kertas yang tidak beraturan itu. Jangan caper (cari perhatian), ingin dilihat oleh oranglain. Tenang saja, Allah Maha Melihat, sekecil apa pun kebaikan yang kamu lakukan (meski sekecil biji zarah) pun Allah akan membalasnya, apalagi di bulan Ramadhan ini, Allah akan melipatgandakan pahalanya. Kebaikan yang kamu lakukan akan kembali ke diri kamu sendiri kok. Percayalah! Beriinisiatiflah.

Oke cukup sekian dulu ilmunya, mohon maaf kalau so tau tapi semoga bermanfaat ya 🙂

Semangaaattt!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s