Mamah, You Are My Everything

image

Dulu, aku disuapi oleh Mamah, disisiri oleh Mamah, diperhatikan oleh Mamah, dimanjakan oleh Mamah.

Kini, aku menyuapi Mamah dengan tanganku sendiri, menyisiri rambut Mamah dengan tanganku sendiri, mem-protect Mamah dengan caraku sendiri, dan ingin selalu ada di dekat Mamah, melihat Mamah dan memberikan semua yang Mamah butuhkan.

Dulu juga, aku yang banyak bertanya kepada Mamah tentang hal ini dan hal itu tapi kini Mamah yang bertanya tentang perubahan zaman seiring bertambahnya usia Mamah.

Mengapa selalu bersedih, gundah setiap kali menjadi Mamah untuk Mamah sendiri. Menahan air mata agar tidak jatuh dan merasa sesak di dalam dada.

Ah Mah, dulu kau memintaku mencabut uban yang mulai tumbuh di rambut kepalamu. Kini uban itu malah lebih banyak dari rambut hitam yang terurai panjang di atas kepala yang kurapihkan dengan sisir seperti yang kau pinta.

Aku sadar bahwa Mamah ingin aku selalu bersamanya di masa tua nanti, tetap berada di sampingnya tanpa sedikit pun jeda yang memisahkan kita.

Mamah, you are my everything 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s