Malu Ke PPDU

Dik, ada satu hal yang perlu kamu perhatikan saat mengemban amanah ini.

Malu.

Ya, saat ini Kak Aya sedang menghadapi krisis m.a.l.u karena hampir setiap minggu selalu saja bersilaturahim ke PPDU untuk meminta uang yang besarnya lumayan. Sebenarnya, proposal pelaksanaan kegiatan hingga anggarannya sudah diacc oleh PPDU tapi tetap saja Kak Aya malu dengan kebaikan yang tidak pernah ada habisnya diberikan oleh PPDU kepada Badan Mentoring.

Memang, ada beberapa poin penting yang juga perlu digarisbawahi bahwa, mentoring bukan kegiatan yang hanya dipelopori oleh Badan Mentoring melainkan juga kampus kita, Telkom University karena semuanya membutuhakn manfaat dari proses pembinaan tersebut. Semoga, mentoring membawa lebih banyak kebaikan untuk Adik-Adik tahun pertama agar dapat menatap cerah kehidupan kampus, selalu, aamiin.

Poin lainnya yaitu amanah kita Dik, kalau bukan kita yang mengusahaan dana maka bisa jadi jalannya kegiatan akan tersendat. Jangan sampai ya Dik.. Kalau pedoman amanah Kak Aya sejauh ini, in syaa Allah Kak Aya akan mengusahaan sekuat tenaga apa pun yang Badan Mentoring butuhkan. Seberat, sesulit, sesusah apa pun. Menikmati semua itu, jangan dijadikan beban, mudah-mudahan amal itu jugalah yang akan membawa kita semakin dekat pada ridho-Nya. Rasanya Kak Aya pantang menunjukan kesulitan pada Adik-Adik, biarkan mereka mendapat apa yang seharusnya mereka dapatkan karena mereka pun sudah cukup kesulitan dalam menangani pekerjaan-pekerjaan lain yang tidak kalah menguras waktu, tenaga, hingga fikiran.

Poin terakhir dan silakan kamu cari poin selanjutnya ya Dik, bersyukurlah karena dukungan kampus akan mentoring yang begitu tinggi dan besar. Jangan berfikiran bahwa uang yang dipakai hanya dihambur-hambur atau tidak artinya. Buatlah uang ntu menjadi bermanfaat dan berkah karena dipergunakan untuk kemaslahatan kampus, uang itu kita pergunakan di jalan-Nya.. Berterimakasihlah ke PPDU, patuhlah dengan Bapak/Ibu di sana sepanjang mereka mendukung kegiatan mentoring, jagalah hubungan silaturahim dengan PPDU, buatlah mereka bahagia karena kita dapat menjalankan amanah dengan baik di Badan Mentoring ini, dan yang lebih penting yaitu selalu bersyukur kepada Allah. Meski ungkapan syukur yang selama ini kita lakukan tidak akan pernah sebanding dengan rizki yang telah Ia berikan. Mintalah keberkahan untuk semua langkah-langkah kebaikan yang kita lakukan.

Sebenarnya wajar kalau Kak Aya malu karena melulu merepotkan PPDU. Ibu, Bapak, semuanya, terimakasih banyak atas bantuan, dukungan, doa, dan semua yang kalian curahkan. Tidak ada satu pun kedipan yang membuat Allah tidak melihat kebaikan yang kalian berikan dan sebaik-baiknya hadiah yaitu kasih sayang-Nya. Semoga selalu tercurah untuk kita semua, aamiin..

Nenden Widha Soraya. Bandung, 06 September 2015. 3:37 PM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s