Bagaimana cara-Nya menghapus dosaku?

Ada beberapa cara bagi-Nya untuk menghapuskan dosa yang dimiliki oleh seseorang. Sebagian besar tulisan ini hanya sepengetahuanku saja, berdasarkan ilmu yang aku miliki, hasil dari membaca. Di antaranya..

-Memberikan Rasa Sakit-

Ketika seseorang merasakan sakit, saat itu pula Allah sedang bekerja untuk menghapuskan dosa-dosa orang tersebut. Selain itu, Allah juga akan mengangkat derajad seseorang yang terkena sakit, aamiin. Tapi ada kalanya, seseorang yang sakit malah lebih banyak mengeluh dan sangat tidak menyukai kondisinya sakitnya. Padahal, di saat sakit pun seharusnya kita bisa belajar untuk bersyukur karena bersyukur tidak hanya di kala lapang, melainkan juga di kala sempit 🙂

Aku menulis ini bukan secara ‘iseng’ ya, tapi aku ingin membagikan hikmah dari sakitku saat ini. Meski mungkin sakit ringan, tapi rasanya tetap sakit Kawan :”

Sariawan.

Saat pertama kali aku tahu kalau ada sariawan di bibir ini, aku malah berujar dalam hati,

“Alhamdulillah sakit, mungkin inilah cara Allah menghapuskan dosa-dosaku di masa lalu. Bila sakitnya lama pun tidak apa, biar dosaku yang terhapus juga banyak..”

Kurang lebih isinya seperti itu, kalimat spontan yang aku ucapkan ketika melihat sariawan dari kaca lemari kamar.

Aku tidak ingin sok manis dalam menuliskan isi postingan ini, aku juga merasa sakit dan terganggu. Sampai-sampai ketika kuliah pun harus menggunakan masker.

Dari rasa sakit ini, aku belajar untuk mengambil hikmah bahwa mungkin mulutku ini sering berkata yang tidak pantas/layak untuk diucapkan sehingga Allah memberikanku penyakit agar aku belajar untuk menggunakan lisan. Sariawan aja rasanya sakit banget loh. Apalagi siksaan-Nya nanti ya? Inalillahi, semoga kami semua dapat mempertanggung jawabkan semua lisan ini di hadapan-Mu dengan berbagai bukti kebaikan dan kebenaran, aamiin..

-Memberikan Rasa Tak Enak Hati-

Ada kalanya aku merasa sendiri. Ada kalanya aku merasa orang-orang menjauhiku. Ada kalanya aku merasa orang-orang tidak suka dengan kehadiranku.

Sedih dan kecewa. Sedih kepada siapa? Kecewa kepada siapa?

Sedih dan kecewa kepada diriku sendiri, diri yang berlumur dosa ini.

Aku tidak mengapa bila kalian menjauhiku atau bahkan tidak menyukai kehadiranku. Kalian memang berhak dan aku memang pantas menerimanya.

Seandainya kalian tahu sebenarnya diriku ini. Mungkin kalian pun akan langsung menghapus pertemanan di antara kita pada account facebook atau juga mengunfollow aku dari twitter kalian atau lagi memblock aku dari line dan atau menghapus no. telpon aku dari hp kalian.

Aku ini memang tidak lebih baik darimu kawan, kalian berhak untuk berteman dengan orang-orang baik, dan aku sepantasnya selalu mengingat siapa diri ini.

Terimakasih karena telah mengingatkanku, bahwa diri ini hanyalah makhluk yang lemah tanpa petunjuk dari-Nya.

Terimakasih karena telah menjadi perpanjangan tangan Allah untuk menegur kesalahan dan juga dosa-dosaku.

Beginilah salah satu cara-Nya juga, untuk menghapuskan dosa-dosa dari diri makhluknya, dengan menghadirkan perasaan tak enak hati, aamiin..

Nenden Widha Soraya

Bandung, 2 November 2015

9:45 pm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s