Pengakuanku (BM Janisary)

Assalamu’alaykum saudara, saudariku 🙂

Kau yang kukenal atau kau yang tidak kukenal 🙂

Kau saudara/i yang kukenal dari tengah jama’ah dakwah ini dan siapa pun kau 🙂

Dik, teman, dan semuanya, sy, Kak Aya mau meminta maaf yang sebesar-besarnya ya kalau selama ini sering marah, jutek, judes, ketus, nyindir, kasar, ngomong yang bikin sakit hati atau nyelekit. Tapi jujur, semua itu bukan keinginan Kak Aya kok, mungkin saat itu Kak Aya hanya sedang khilaf *ngeles kaya bajaj :p

Eh tapi beneran, Kak Aya kayanya ngga sekejam itu juga deh sama kalian tapi kalau memang sering berbuat salah, tolong dimaafkan ya 🙂

Kak Aya sebenernya ngga mau jadi ibu tiri buat kalian tapi kalau udah ke mind set-nya kaya gitu, ya ubah lahhh ya mind set-nya sedikit demi sedikit jadi ibu peri heheh.

Kak Aya cuma pingin tegas dan belajar disiplin karena memang begitulah brand yang Kak Aya miliki tentang BM selama ini. Tapi BM bukan tempat latihan militer kok jadi jangan takut..

Kak Aya cuma mau jadi diri sendiri di tengah keluarga atau saudara/i di BM. Kak Aya ngga mau jadi orang lain, ngga mau pura-pura baik di depan kalian padahal aslinya Kak Aya kecewa dengan kalian yang suka telat ngumpulin tugas, yang entah pura-pura lupa atau melupakan deadline, dan lain-lainnya. Tapi sayangnya Kak Aya baru sadar sekarang, sebenernya kalian tuh orang-orang hebat ya, kalian punya banyak kesibukan selain mikirin BM, ngga kaya Kak Aya yang rempong banget sama BM.

Masa, sama keluarga atau saudara/i sendiri Kak Aya harus pakai topeng sih?

Kak Aya yakin kalian mau menerima kekurangan maupun kelebihan Kak Aya. Ya, anggap aja sifat kejam Kak Aya sebagai kekurangan.

Terimakasih banyak karena kalian telah sabar banget sama Kak Aya..

Duh, tiba-tiba jadi kepikiran, mungkin ngga ya kalau aku ini FAO terkejam yang pernah ada di BM? Wkwkwk *jangan sampai – jangan sampai.

Tapi Dik, sebenernya di balik semua itu, di dalem hati Kak Aya, Kak Aya peduli banget sama kalian, Kak Aya khawatir banget sama kalian, dan Kak Aya ingin selalu memberikan yang terbaik buat kalian. Kayanya semua itu ngga perlu diucapkan dengan kalimat atau kata-kata ya, Kak Aya ingin kalian sendiri yang merasakan meski sejujurnya sampai saat ini Kak Aya masih berusaha untuk mewujudkan itu semua.

Dik, ada satu keyakinan yang selama ini selalu menguatkan Kak Aya untuk tetap berada di BM yaitu Kak Aya ngga ingin melihat kalian susah, kesusahan dengan dana seperti BM di zaman Kak Aya dulu. Di mana BM ngga punya uang tapi agenda MPAI di semua fakultas harus tetap jalan. Kak Aya ngga mau kalian susah, biar Kak Aya dan BM pusat yang banting tulang. Gimana pun caranya buat bisa punya uang. Kak Aya juga tau, beban kalian dalam mengurusi fakultas pun sudah sangat berat, ngga perlu ditambah dengan memikirkan hal ini.

Ah tapi tetap aja, maafkan Kak Aya yang sering membuat kalian khawatir karena sampai H-1 belum ada juga kabar tentang uang. Tapi jujur, Kak Aya ngga pernah nyimpen uang itu lama-lama, Kak Aya pasti langsung bagiin ke setiap fakultas setiap kali baru dapet uang.

Kak Aya ingin, usaha-usaha kalian, mimpi-mimpi kalian bisa terlaksana, tereksekusi dengan sebaik-baiknya, dengan maksimal.

Tapi sayangnya inilah yang malah menjadi ujian di zaman kita. Tentang bagaimana kita mengelola, memanfaatkan, hingga bersyukur dengan uang yang kita peroleh.

Kak Aya mau bilang, “Human resources is everything than financial resources, because financial resources is nothing without human resources.”

Kalian, Adik-Adik Kak Aya, keluarga kecil Kak Aya, saudara/i Kak Aya jauh lebih berharga dibanding semua uang itu. Kak Aya lebih bahagia bila kalian bertahan di BM dibanding kalian pergi meninggalkan BM dan menambah beban di pundak saudara/i di BM yang lainnya, Kak Aya ngga pingin kehilangan kalian sebagai prajurit-prajurit terbaik Allah.

Kak Aya lebih bahagia bila kalian mendapatkan ukhuwah di BM dibanding berpura-pura nyaman ada di BM, Kak Aya lebih bahagia bisa melihat wajah-wajah kalian dibanding menanyakan kabar mengapa kalian tidak hadir di agenda BM, Kak Aya lebih bahagia memiliki kalian semua dibanding semua uang yang dikasih PPDU.

Bersyukur ujian itu hanya satu yaitu ujian harta karena kalau saja BM diuji dengan prajurit-prajuritnya sendiri, entah bagaimana lagi Kak Aya harus menjelaskan tentang BM Janisary ini 🙂

Nah, karena Kak Aya ngga ingin sama seperti pengalaman di tahun kepengurusan lalu, maka dari itu Kak Aya berusaha untuk menjalin silaturahim sebaik-baiknya dengan PPDU karena merekalah orangtua kita, mereka yang akan membantu kita bagaimana pun kondisi kita, lagi-lagi kita akan kembali ke PPDU.

Alhamdulillah Dik, BM dan PPDU bisa menjadi keluarga besar yang saling mendukung. Tolong ya, tali silaturahim ini senantiasa untuk selalu dijaga, siapa pun kamu yang meneruskan estafet kepengurusan ini, atau meski bukan PPDU lagi yang menjadi orangtua dari BM ini. Mereka telah banyak berjasa untuk perjalanan mentoring di kampus kita tercinta.

Kak Aya pun sama, meski udah ngga di BM, meski udah lulus sekalipun, PPDU akan menjadi salah satu destinasi silaturahim bila rindu dengan kampus, bila rindu dengan kisah perjuangan kita.

Ah Dik, ada banyak hal yang tidak kalian ketahui, dari yang memalukan, menyedihkan, menggelikan, hingga menyeramkan. Kini saatnya kalian yang merasakan, kalian yang belajar, dan kalian yang berjuang.

Tentang sifat Kak Aya yang lainnya, maafkan juga ya..

Kak Aya memang begini, kalau ada maunya ya harus, kalau bisa saat itu juga ada di depan mata. Karena bagi Kak Aya, ngga ada satu pun yang bisa menghalangi Kak Aya untuk mendapatkan apa yang Kak Aya inginkan. Seperti saat Kak Aya bertanya dan tidak ada yang menjawab dengan cepat jadi Kak Aya mengambil keputusan sendiri dengan cara Kak Aya.

Kak Aya juga agak perfectionist apalagi masalah uang, itu sensitif dan harus detail banget Dik.

Sepertinya amanah FAO telah membuat Kak Aya berubah menjadi sosok yang lebih keras ya?

Oia, sebenernya Kak Aya ngga selalu bahagia berada di BM loh.. Kok bisa? Ya bisalah, namanya juga hidup, ada yang manis ada yang pahit. Ada saat ketika Kak Aya merasa letih dengan semua tugas BM, Kak Aya bosan, Kak Aya jenuh, Kak Aya kesal, Kak Aya membatin, Kak Aya stres, dan perasaan lainnya yang bikin Kak Aya ngga nyaman ada di BM. Malah rasanya terlalu menyakitkan bila Kak Aya ada di BM atau ada di tengah-tengah kalian.

Ah Dik, rasanya hanya sejengkal saja jarak untuk pergi meninggalkan BM saat itu, tapi semakin Kak Aya kesal dengan BM, Kak Aya malah lebih jauh terseret ketengah-tengah kalian. Kak Aya juga ngga ngerti kenapa? Kayanya ini juga bukan sekedar perasaan tapi kenyataan.

Kadang ada aja hal yang membuat Kak Aya ingat dengan kalian, dengan BM, menyadarkan Kak Aya dan membuat Kak Aya kembali ke kalian, ke BM. Entah quote, entah nasihat, entah teguran, atau sekedar perasaan yang tetiba hinggap begitu saja.

Oia, maaf ya kalau Kak aya ceritanya random karena Kak Aya hanya menuliskan apa yang saat ini terlintas di fikiran Kak Aya.

Kalian mau tau gimana caranya punya banyak uang? Jujur, jangan pelit/pedit, banyak memberi, jangan perhitungan, minta sama Allah (berdoa), usaha, silaturahim, selalu berada di tengah orang-orang baik yang selalu mengingat Allah (BM), jangan mudah menyerah/pesimis/kapok, serta berbagai tips trik lainnya yang dijamin jitu karena sudah dibuktikan sendiri.

Ingat ya Dik, hasil yang kamu dapatkan bisa jadi karena doa dari saudara/i-mu yang shaleh dan shalehah, yang selalu berdoa agar BM mendapat rizki. Kamu merasa berusaha padahal saudara/i-mu lah yang berusaha.

Allah tidak akan membiarkanmu sendirian, kesusahan, pertolongan Allah itu pasti, ada, dan nyata.

Rizki yang kamu miliki bukan sepenuhnya milikmu, milik BM, bisa jadi itu rizki untuk wajihah lain atau saudara/i lain dan kita hanyalah perantaranya saja. Karena setiap wajihah bersaudara, bila salah satunya merasa sakit maka saudara lainnya akan ikut menangis karena ikut merasakan rasa sakit yang sama.

Dik, ada terlalu banyak cerita yang sebenarnya ingin Kak Aya ungkapkan di sini. Tapi yang namanya manusia, ada lupanya. Maafkan ya, mudah-mudahan Allah segera mengembalikan ingatan Kak Aya dan menambahkan bahan untuk lebih banyak menulis lagi.

Wassalamu’alaykum 🙂

Nenden Widha Soraya yang menyayangi kalian karena Allah.

Bandung, 23 November 2015 (9.05 pm)

 

 

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Pengakuanku (BM Janisary)

      1. Waaa suhu 😀
        Ia Teh, in syaa Allah semangat 45 di BM mah!
        Tapi bulan Desember kepengurusannya berakhir, kebetulan sy udah semester 7 sekarang jadi fokus nyusun TA 🙂
        Mainlah Teh ke kampus bareng Akang-Teteh BM yang dulu, berbagi cerita, berbagi nasihat, berbagi mimpi, berbagi inspirasi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s