“Orang mah memang gitu..

Yang kaya pingin hidup sederhana, yang tinggal di kota pingin pindah ke desa..”

Kata Mr. EPrT saat course beberapa waktu yang lalu.

Rasanya ingin komentar tapi jadinya malah hanya senyum-senyum sendiri. Kenapa Bapak bisa bicara sedalam itu ya? Sama percis dengan apa yang selama ini aku pendam dalam hati.

Sejauh ini aku tidak memiliki cita-cita tinggi untuk pergi melanjutkan studi S2 di luar negeri. Aku sendiri merasa aneh? Padahal di sekitarku banyak sekali teman, Adik, atau Kakak kelas yang telah berancang-ancang memilih negara tujuanya menuntut ilmu. Aku memang tidak punya passion untuk tinggal di negeri orang sambil menimba ilmu secara formal.

Negeri tujuan yang ingin aku singgahi selama ini hanya Mekah, Madinah, dan beberapa negara di Timur Tengah dengan impian bisa beribadah dengan khusyuk di sana sembari menimba ilmu agama agar lebih disayang oleh-Nya.

Namun aku punya cita-cita yang menurutku jauh lebih tinggi dari apa yang telah aku sebutkan di atas. Aku ingin tinggal di desa, mengabdikan diri untuk membantu pendidikan anak-anak di sana, membantu dan selalu menyemangati mereka hingga mereka berhasil menggapai cita-cita mereka.

Atau aku lebih terobsesi untuk memajukan daerah atau kampung halaman Ibuku, Karawang.

Aku tidak ingin tinggal bermegah-megah, aku hanya ingin hidup sederhana dan bahagia. Tinggal di desa pun bukan berarti kita terbelakang, tinggal di desa dengan impian untuk memajukan-menyejahterakan desa, rasanya lebih mulia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s