No Problemooo!

Kalau boleh dibilang, aku ini sangat santai, dalam kasus j*d*h.

Eh, ini patut disensor ngga ya? Berhubung rasanya masih lama sampai saat itu tiba.

Ya, hari yang biasa aja sih karena aku ngga ingin ada banyak campur tangan manusia di dalamnya. Aku berharap Allah bisa menjadi pelaku atau mengambil semua peran di dalam setiap proses itu.

Murabbiahku sempat berpesan, bukan sekali, melainkan berulang-ulang kali bahwa,

“Tidak boleh mencondongkan hati kepada seseorang, serahkan, kembalikan semuanya kepada Allah. Biarkan hanya Allah yang mengambil keputusan. Bila sedikit pun perasaan tertarik dengan lawan jenis muncul ketika sedang berproses, jangan sampai hal itu terjadi, jaga dirimu baik-baik. Benar-benar dijaga dengan baik, karena saat itu syetan berusaha dengan kuat untuk bisa mengusikmu, di saat kamu lemah, atau di titik terlemah dari dirimu. Jangan sampai lalai karena kelonggaran hubunganmu dengan Allah. Dijaga, jangan sampai ada fitnah.”

Aku yakin bawah j*d*h itu tidak akan tertukar dan ia akan datang di waktu yang tepat. Bukankah j*d*h itu telah ditetapkan oleh Allah? J*d*h adalah takdir Allah, sama seperti kematian.

Kematian akan datang kepada orang yang tepat, tidak akan salah orang, tidak akan maju atau mundur dari waktu yang telah ditentukan oleh Allah. Hanya, berusahalah untuk mempersiapkannya dengan baik. Mempersiapkan diri untuk menerima j*d*h, sama seperti kita ingin mempersiapkan kematian dengan sebaik-baiknya, menyiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian.

Kalau ada seseorang yang maju lebih dulu, ya itu berarti j*d*h mereka telah datang, ya itu j*d*h mereka, tidak akan tertukar dengan j*d*h kita. Ingat, masalah j*d*h itu tidak seperti balapan F1, yang dulu-duluan, yang cepet-cepetan, dan pingin sampai finish paling pertama.

Aku berfikir, bahwa bila j*d*h belum datang, itu berarti Allah masih mempercayakanku untuk mengerjakan amanah yang lain. Amanah yang tidak kalah penting bagi hidupku. Atau mungkin kalau j*d*h itu datang saat ini, aku masih belum siap, dan akhirnya ia harus berkelana lagi sebelum kembali dipertemukan denganku. Hiaaakkkk ada-ada aja imajinasinya :p

Ayo, kunci semuanya rapat-rapat, jangan sampai ada celah sedikit pun, lalu serahkan kuncinya kepada Allah.

Jadi, bila ada yang ingin mengawali semuanya, awalilah dengan bersilaturahim kepada Allah, merayulah kepada Allah.

Karena hanya Ia yang mampu membuka hati hamba-Nya ini.

Oia tambahan, setelah melakukan percakapan panjang, katanya, j*d*h itu akan serupa dengan dirimu, akan mirip dengan dirimu. Waaa? Masa ia?

“Selama masih ada waktu, bersiaplah, berusaha untuk memantaskan diri dengan sungguh-sungguh, dan miliki Ibadah unggulan..” Kata seseorang yang aku percaya.

Hmmm, aku masih ingin membahagiakan orangtua, tunggu beberapa waktu setelah aku berhasil mencapai target hidupku itu.

Advertisements

2 thoughts on “No Problemooo!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s