Dongkol! Gagal Banjir!

image

Dongkol!
Mungkin baru kali ini sy mengucapkan kata-kata yang kurang enak didengar pada sebuah tulisan di wordpress. Mungkin juga karena ‘dongkol’ memang satu-satunya kata yang passs menggambarkan kondisi hati kala itu.

Cerita 1
Sabtu (12/11) pagi, kami semua (sy, Mamah, dan Adik) panik dan bergegas mengamankan barang-barang. Menyimpan segala sesuatu, penting tidak penting, ke tempat yang lebih tinggi, agar lebih aman, hingga menyisihkan beberapa baju salin ke dalam koper, menyimpan surat-surat bergarga ke dalam mobil.

Ada berita bahwa pintu air Sungai Citarum telah dibuka pukul 02.00 dini hari tadi. Sehingga diperkirakan kompleks tempat tinggal keluarga sy akan terkena dampak luapan air sungai tersebut.

Cape, lelah, kesal, dan bertanya-tanya,
“Kenapa harus sampai seperti ini? Rasanya ngga bisa diungkapkan karena musibah yang mungkin akan melanda ini benar-benar menguji bahkan menguras habis kesabaran.”

Cerita 2
Senin (14/11), selang sehari, musibah itu kembali mengancam aktivitas kami. Ketinggian air telah di atas rata-rata, bantaran yang sudah tidak terlihat dan bahkan ikut terbawa arus sungai yang kencang, hingga beberapa rumah tetangga kami mulai kedatangan tamu yang sama sekali tidak diharapkan ‘banjir’, mulai membuat semua orang bersiap menerima kerugian.

Kami (sy, Mama, dan Adik) lebih gesit berbenah, sejak awal malam hingga dini hari harus terus terjaga, mengontrol ketinggian air dan memprediksikan bagaimana musibah ini akan mampir ke dalam kehidupan kami *lagi.

Sejak pukul 21.00, mobil yang telah diisi beberapa perlengkapan darurat pun diamankan ke sebuah Univ. Negeri yang tidak jauh dari rumah. Memang kami pun pernah merasakan rasanya menjadi pengungsi di sana pada beberapa tahun yang lalu. Kemudiam motor pun ikut diamankan, kami semua melaju hingga bermalam di lapangan parkir. Di sana hanya sedikit berangin, angin kering yang turut membawa nyamuk sebagai pelengkap malam.

Alhasil, kedua persiapan di atas hanyalah kekhawatiran kami yang berlebih. Allah berkehendak agar kami kembali ke rumah dengan tidak kekurangan sesuatu apa pun, tanpa banjir meski se-centi.

Hanya..

Mengapa rasanya dunia ini tidak lagi nyaman untuk ditinggali?
Mengapa, mengapa, dan mengapa bisa sampai seperti ini?
Kami harus berhadapan dengan hal seperti ini di dalam hidup kami. Risiko besar yang melanda rakyat biasa.
Bila bumi sudah tidak bisa lagi menjadi tempat tinggal bagi penghuninya, maka ke mana penghuninya harus mengungsi atau bahkan pindah agar mendapat kehidupan yang jauh lebih nyaman?

Bertanya dan terus bertanya, kapan Allah akan memperbaiki semua ini? Maksudnya, kenapa manusia merusak apa yang telah Allah perbaiki sebelumnya?

Innalillahi..

Advertisements

12 thoughts on “Dongkol! Gagal Banjir!

      1. Waa afwan ya Kang/Mas, dikirain namanya Salma Naurora ternyata Salman Aurora πŸ˜€

        Cilamaya mah jauh atuh ya, sy di deket Alun2 Masjid Agung Karawang :))

      2. Sy jadi punya saudara jauh nih di Cilamaya, mangga kapan2 main ke daerah sini, suka ada kajian di Masjid Agung, Masjid Al Jihad, Masjid PDAM, dan masjid-masjid yang lain πŸ˜€

      3. Heheee iya alhamdalhamdulillah punya saudara baru. Dari kota pula hehee, iya insyaallah kalau saya ada di karawang ikut kajian di masjid2 tsb. Semoga Allah meridhoi. Insyaallah kalau ada dirumah hehee soalnya kalau sekarang masih dijakarta 😊

      4. Hehee iyaa teteh, aamiin Allahumma aamiin, nuhun do’anya πŸ™‚ semoga kita selalu bisa menebar mangfaah tentunya dengan Ridho Allah SWT, aamiin. Teteh lagi sibuk apa? Study kah?

      5. Aamiin ya Rabb..
        Alhamdulillah udah selesai studi S1 nya, sekarang lagi studi di kampus kehidupan nih, lagi ikhtiar cari kerja, doakan yaa :’))

        Kalau Salman lagi mondok kah? *ada tulisannya yang berbau pondok soalnya hihih

      6. Aamiin, alhamdulillah. Subhanallah dah lulus s1 hehehe kalau sekarang lanjut belajar di universitas kehidupan berarti lulus nya lama dong heheee, aamiin insyaallah sudah ada tempat kerja yang terbaik yang telah Allah siapkan untuk teteh selagi ikhitar do’a serta tawakalnya terus digalangkan hehee semoga dapet cepet yah ketemu pekerjaannya ya teh. πŸ™‚
        Iya teh aku masih mondok sambil d3 do’akan aku juga yah agar bisa lancar lanjut studi S1 ditahun ini aamiin πŸ™‚ sebenernya cuma ikut mondok hehee ngajinya jarang ini juga lagi terus berjuang melawan kemalasan hehee baarokallah untuk kita teh πŸ™‚

  1. Allahuma aamiin, syukron doanya, semoga yang terbaik juga untuk Salman, semoga Allah membalas kebaikan Salman dengan balasan yang berlipat-lipat banyaknya :’))

    Masya Allah, tawazun yaa antara dunia dan akhiratnya, dua-duanya dapet, mantap pisan lah ^-^

    In syaa Allah, yang memudahkan urusan-Nya, akan dimudahkan juga urusannya, hamasaaahhh!!
    *ikut menyemangati diri sendiri πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s