Taman Syurga

Terkadang diri ini merasa iri ketika melihat teman-teman atau kerabat yang bisa berjalan-jalan, traveling, atau berlibur bersama dengan orang terkasih, ke berbagai tempat yang indah di atas bumi Allah ini.

Foto-foto yang mereka bagikan kerap kali sungguh indah dipandang mata dan pastinya, pemandangan asli yang mereka saksikan secara langsung, jauh lebih indah dari sekedar potret lensa kamera. Ahh senangnya yaa bisa bersenang-senang, menghabiskan waktu bersama dengan orang terkasih, menciptakan momen yang akan selalu dikenang di hari kemudian.

Humm, hanya diri ini saja yang terkadang merasa iri dengan nikmat rezeki, nikmat waktu, nikmat kesempatan, nikmat berkumpul, nikmat bahagia, serta berbagai nikmat yang oranglain miliki tersebut. Sampai akhirnya lupa mensyukuri nikmat yang ada pada diri sendiri, innalillahi..
Beginilah kecenderungan manusia, merintih dan merintih ketika diberi ujian dibanding mensyukuri nikmat Allah yang tiada berseri.
image

Tapi alhamdulillah, hari ini aku belajar bahwa kehidupan dunia ini berbatas. Waktu ini berbatas. Amanah ini berbatas. Nikmat ini berbatas. Pertemuan ini berbatas. Dan hanya satu hal dari dunia ini yang tidak berbatas, yaitu amal jariyah atau amal shalih yang bebas dikumpulkan orang-orang sebanyak atau sebesar apa pun.

Kini tak apa bagiku, kalau selama sepekan, waktuku hanya habis untuk mempersiapkan materi, mengisi dan diisi dalam lingkaran cinta-Nya. Bergelut di dalam amanah yang Ia amanahkan dan ini merupakan nikmat yang belum tentu oranglain miliki. Tak apa tak apa, jika diri ini tidak bisa menikmati liburan di pantai, di gunung, atau di tempat-tempat indah lainnya yang sungguh instagram-able. Tak apa bagiku, tidak dapat memandang keindahan alam yang telah Allah lukiskan si bumi-Nya ini. Toh setiap pekan, aku selalu dipertemukan dengan para calon bidadari penghuni syurga-Nya kelak, hamba yang in shaa Allah disayangi-Nya.

Rasanya ridup ini terlalu berharga bila hanya diisi dengan kesenangan duniawi tanpa kepayahan dalam beramal shalih dan juga mengejar syurga-Nya. Masa muda sebaiknya diisi dengan perjuangan dan juga pengorbanan, sehingga di masa tua tinggal memetik hasilnya. Tidak ada waktu untuk bersenang-senang barang sejenak karena hanya syurgalah tujuan akhirmu, tempat sesungguhnya untuk beristirahat setelah seluruh kepayahan ini.

Biar kelak, puaskanlah semua keinginanmu, berkeliling syurga yang akan jauh, jauh, dan jauh lebih indah dari sekedar dunia ini dan seisinya. Nikmatilah kebahagiaanmu nanti dengan para bidadari yang merupakan saudarimu sendiri. Karena di syurga akan kau dapatkan apa pun yang kau inginkan, apa pun yang kau inginkan, kau dapatkan tepat di hadapanmu, langsung, dan tiada batas.

“Semangat beramanah, sebelum menjadi apa pun kamu, kamu adalah seorang da’i..”
-By: Sang Murabbiah di Bandung

Advertisements

2 thoughts on “Taman Syurga

    1. Alhamdulillah Teh, aamiin ya Rabb, doa yang terbaik juga untuk Teh Is..
      Bentuk kasih sayang Allah beda2 ya Teh ke setiap makhluk-Nya, traveling nya ke taman syurga aja :’))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s