Mengukur baik-buruknya seseorang

Ukhti, mengukur baik-buruknya seseorang itu tidak dengan membandingan antara orang yang satu dengan orang yang lain.

Tidak dengan melihat kerudung si-x yang lebih lebar daripada kerudung si-y, lantas si-x bisa dikatakan lebih baik daripada si-y.

Tidak dengan melihat jidat si-a yang lebih hitam daripada jidad si-b, lantas si-a bisa dikatakan lebih baik daripada si-b.

Tidak dengan melihat jenggot si-m yang lebih lebat daripada jenggot si-n, lantas si-m bisa dikatakan lebih baik daripada si-n.

Tidak dengan melihat si-e memakai kopiah dan celana cingkrang daripada si-f, lantas si-e bisa dikatakan lebih baik daripada si-f, dan lain sebagainya.

Ingat bahwa berubah itu hak setiap orang dan ingat bahwa setiap orang itu bisa berubah kapan saja.

Titik perubahan itu ibarat garis start atau lantai dasar (lantai nol) atau sebuah pintu menuju suatu perjalanan panjang. Bisa jadi setelah berada di titik tersebut, seseorang masuk ke dalam, berdiam diri, atau bahkan memilih untuk mundur perlahan.

Itu karena Allah tidak membiarkan satu orangpun dari hamba-Nya begitu saja mengaku beriman tanpa diuji terlebih dahulu. Keimanan setiap orang itu diuji, asli atau palsu, tahan banting atau lemah. Maka dari itu, istiqomah berharga mahal. Harus ditebus dengan kesungguhan. Kesungguhan di dalam niat, tekad, dan juga amal.

Pandangan mata manusia juga sesungguhnya kabur, tidak benar-benar jernih. Karena mereka fikir bahwa saat itu mereka telah menang atau telah berhasil mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. Padahal mempertahankan jauh lebih sulit daripada mendapatkannya. Ada proses yang jauh lebih terjal, berliku, tajam, dan menantang untuk mempertahankannya sampai akhir daripada mendapatnya saat di awal.

image

Maka dari itu tidak perlulah kamu merasa iri. Fokuslah pada jalan yang saat ini sedang terbentang di hadapanmu. Untuk apa sibuk memikirkan oranglain. Oranglain yang bahkan mungkin tidak memikirkan dirimu, tidak mengingatmu karena mereka sendiri sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

Kalau kamu masih merasa iri itu tandanya ada sesuatu yang salah di dalam dirimu.

Ketika di setiap detik, jutaan orang di dunia ini berubah menjadi lebih baik, ada di mana posisimu saat itu? Apakah kamu sedang melangkah ke depan, diam di tempat, atau malah berjalan mundur?

Semua itu hanya kamu dan Allah yang tau. Semua itu pun hanya kamu sendiri yang mampu mengubahnya. Kamu yang menjalaninya. Hanya kamu yang berada di tengah jalan kehidupanmu. Kamu pula yang akan menanggung konsekuensi dari pilihan yang telah kamu ambil.

Jadi, STOP membandingkan dirimu sendiri dengan oranglain! Kamu pun tidak ingin dibanding-bandingkan oleh oranglain bukan? Lantas kenapa malah dirimu sendiri yang melakukannya?

Hanya ada satu cara untuk mengetahui seseorang itu baik atau buruk. Yaitu hanya dengan cara membandingkan dirimu hari ini dengan dirimu di hari kemarin. Apakah dirimu di hari ini lebih baik dari dirimu di hari kemarin? Maka beruntunglah kamu. Tapi jika tidak, maka merugilah kamu.

Jangan tertipu atau terpaku pada sesuatu yang berubah dengan sangat cepat karena lagi-lagi harus dikatakan bahwa proses setelahnya atau proses mempertahankannya itu jauh lebih sulit, sungguh butuh perjuangan besar.

Hey, bukankah syurga itu luas? Akan sepi bila hanya ada seseorang atau sedikit penghuni di sana. Dan bersama-sama akan jauh lebih baik.

Jangan kau nodai hatimu dengan titik-titik atau bintik-bintik kedengkian terhadap saudarimu sendiri karena lama-lama titik-titik atau bintik-bintik itu akan berubah menjadi area yang jauh lebih luas dan bahkan bisa menutupi, menguasai, mengeraskan, hingga mematikan hatimu.

Bersabarlah bila dirimu merasa sedang berada di tengah posisi yang sulit saat ini. Kamu hanya harus berfikir dan berlaku baik kepada siapa pun. Kamu tidak boleh menjadi atau serupa dengan mereka. Jangan memperparah lubang kecil yang berada di tengah jalan ukhuwahmu bersama dengan mereka. Nikmatilah ladang pahala yang Allah sediakan untukmu dengan bersabar.

Advertisements

4 thoughts on “Mengukur baik-buruknya seseorang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s