ISTIDRAJ

(Ringkasan, dari ceramah Damai Indonesiaku TVOne oleh Prof. Nazarudin & Ustd. Fikri Haikal MZ)

Tanda-tanda terkena istidraj:
– Rizki lancar tapi maksiat/dosa pun bertambah lancar
– Awalnya sering sholat sunah terus jadi jarang, saat sholat memilih surat2 pendek, mulai malas berdoa
– Ketika dipuji, lantas memandang rendah oranglain
– Ngga menyesali dosa, terus bermaksiat dan akhirnya Allah menutup pintu hidayah

Sifat istidraj: halus dan perlahan

Pengundang istidraj:
– Pujian
– Membiarkan kemungkaran
(Cara melawan kemungkaran yaitu dengan power/kekuasaan/jabatan, lisan/menasihati, berdoa. Ngga boleh diam ketika menetahui adanya kemungkaran)
– Membiarkan dosa-dosa kecil
– Mudah memaafkan dosa-dosa kecil
– Masih perhitungan ketika beribadah, membeda-bedakan antara yang wajib dan sunah
– Mentoleril hawa nafsu
– Kufur nikmat
– Tidak menggunakan rizki di jalan Allah

Cara menjauhkan diri dari istidraj:
– Muhasabah diri, introspeksi, evaluasi, menyadari
– Bersikap hati-hati
– Jauhi maksiat

Mencegah istidraj:
– Ketika melakukan dosa, menyesalinya.

Case:
Harta berlimpah padahal ahli maksiat, hati-hati itu azab. Perhatikan kalau dalam sehari, seminggu, sebulan, setahun tidak pernah datang ujian, hati-hati!

Case lain:
Rajin ibadah tapi hidup miskin tandanya Allah sayang, siksa lebih dulu diberikan di dunia agar lunas di akhirat, proses membersihkan dosa.

Siksa di dunia sebatas kemampuan makhluk, siksa di akhirat ditimpakan yang paling dahsyat.

Ujian bentuknya kebahagiaan lebih sulit daripada ujian yang bentuknya kesusahan karena dengan kesusahan akan lebih cepat mempertemukan dirinya dengan Allah SWT.

Hakikat nikmat:
– Datangnya dari Allah
– Digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah

Jadi, bersahabatlah dengan ujian/musibah/kesusahan karena hal tersebut semakin mendekatkan diri kita dengan Allah. Jangan benci dengan musibah/penyakit, ambil hikmah, dan itu tandanya Allah mencintaimu dengan cara menggugurkan dosa-dosamu.

Air mata yang mustahil masuk neraka:
– Air mata rindu kepada Allah dan Rasul-Nya
– Air mata penyesalan dosa/taubat
– Air mata protes karena terjadinya kebatilan di sekitarnya
*air mata yang akan memadamkan api neraka

Jadi, hati yang selalu diliputi dengan cahaya, hati yang sensitif, ada teguran di dalamnya ketika ingin melakukan dosa/bermaksiat, itulah hati yang masih akan Allah datangkan hidayah kepadanya. Sedangkan istidraj, hatinya sudah mati dari cahaya dan Allah tutup pintu hidayah untuknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s