Berlari/Mengumpat dari Takdir Allah

Kamu ngga akan pernah bisa berlari atau sembunyi dari takdir Allah. Meski sekeras apa pun kamu mencoba/berusaha untuk menghindar/mengubahnya. Kamu akan tetap berada di tengah rel, garis hidup, atau takdir Tuhanmu. Kamu kira, kamu pindah ke Karawang atas/berkat usahamu sendiri? Kamu kira, kamu berada di tengah jamaah ini atas keputusan yang kau buat sendiri? Kamu… Continue reading Berlari/Mengumpat dari Takdir Allah

Mengukur baik-buruknya seseorang

Ukhti, mengukur baik-buruknya seseorang itu tidak dengan membandingan antara orang yang satu dengan orang yang lain. Tidak dengan melihat kerudung si-x yang lebih lebar daripada kerudung si-y, lantas si-x bisa dikatakan lebih baik daripada si-y. Tidak dengan melihat jidat si-a yang lebih hitam daripada jidad si-b, lantas si-a bisa dikatakan lebih baik daripada si-b. Tidak… Continue reading Mengukur baik-buruknya seseorang

Taman Syurga

Terkadang diri ini merasa iri ketika melihat teman-teman atau kerabat yang bisa berjalan-jalan, traveling, atau berlibur bersama dengan orang terkasih, ke berbagai tempat yang indah di atas bumi Allah ini. Foto-foto yang mereka bagikan kerap kali sungguh indah dipandang mata dan pastinya, pemandangan asli yang mereka saksikan secara langsung, jauh lebih indah dari sekedar potret… Continue reading Taman Syurga

“Mungkin ketika aku berada di sana, dengan pemikiranku, dan juga bersama dengan oranglain, serta pemikiran mereka, maka kami dapat melakukan sesuatu (bertindak) dengan kesamaan yang kami miliki..” – Princess Mia – Ingatkah? Kegagalan terbesar dalam sebuah bisnis yaitu tidak pernah mencoba untuk memulai bisnis itu sendiri? Ingatkah? Sebuah perjalanan panjang harus dimulai dengan langkah pertama?… Continue reading

“Entah berapa kali dalam sehari, aku selalu menyebut kata aku, aku, aku, aku, dan aku?” – Princess Mia – Ketika dalam waktu sehari semalam, aku hanya terus memikirkan diriku sendiri, hanya memikirkan urusanku sendiri, yang tidak pernah ada habisnya. Ya! Seharusnya kamu sudah bisa mengatur dirimu sendiri dengan baik dalam waktu sehari semalam itu. Sebelum… Continue reading

Pesan Sang Murabbiah

Teringat pesan sang murabbiah, “Maksimalkan ikhtiar, maksimalkan doa, dan serahkan sisanya kepada Allah, sepenuhnya..” Mungkin ini adalah ujian, mungkin saat ini aku juga sedang diuji. Selagi belum bisa memaksimalkan pekerjaan maka barang tentu ada hal lain yang dapat dimaksimalkan. Waktuku, sehatku, hartaku, ilmuku, amalku, ibadahku, semuanya hanya untuk-Mu.. “Jodoh, rezeki, mati, kelahiran, semuanya bagian dari… Continue reading Pesan Sang Murabbiah

Hiii :))

Menuliskannya sekarang, atau tidak sama sekali?! Tengah malam ini aku memang harus mengancam diriku sendiri dengan perlakuan yang agak keras. Masalahnya, kalau tidak menuliskannya sekarang lantas kapan lagi? Besok pagi? Lusa? Atau kapan? ‘Rasa’ itu tidak akan selalu ada atau hadir bukan? Maka selama ‘rasa’ itu masih ada, berusahalah untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya :))… Continue reading Hiii :))

Hati yang Lalai

Sedih rasanya, miris, dalam satu pekan melihat akhwat kampus jalan berduaan dengan seorang lelaki, mereka asik bercengkrama. Ditambah cerita tentang hal yang hampir sama. Belum halal tapi berani memanggil dengan panggilan kesayangan. Belum halal tapi berani mengajak ke sini dan kemari. Juga, untuk kedua kalinya aku menyaksikan seorang ikhwan berboncengan dengan seorang akhwat. Inalillahi.. Sedangkan… Continue reading Hati yang Lalai

My Final Project!!

Alhamdulillah.. Akhirnya bisa publish buku pertama. Buku yang disusun satu tahun lamanya. Semua fokus tumpah ruah hanya untuk menyelesaikan buku ini. Buku yang menjadi prioritas tertinggi selama satu tahun lamanya untuk bisa diselesaikan. Buku yang penuh dengan kucuran keringat, memutar-mutar isi otak, hingga menguras habis air mata. Buku hasil jerih payah setelah 16 tahun menghabiskan… Continue reading My Final Project!!